Berita

Dunia

TRAGEDI MH17

Belum Diketahui apakah Rekaman Pembicaraan Igor Bezler dan Vasili Geranin Hoax

JUMAT, 18 JULI 2014 | 15:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pihak keamanan Ukraina, Security Service of Ukraine (SBU) mengklaim berhasil mencegat dua percakapan telepon di mana separatis pro-Rusia tampak mengaku menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17.

SBU dilaporkan merilis rekaman panggilan teleponyang disadap antara petugas intelejen militer Rusia dan militan yang didukung Rusia, Cossack di Kiev.

Dikabarkan Daily Mail (Jumat, 18/7), panggilan telepon pertama dibuat pada sekitar 20 menit setelah kecelakaan terjadi. SBU menduga, percakapan dilakukan oleh seorang perwira intelejen militer Rusia bernama Igor Bezler dan komandan Donetsk yang memproklamirkan diri, Vasili Geranin. Dalam percakapan itu dijelaskan bahwa pesawat Malaysia Airlines telah jatuh.


Percakapan telepon lainnya dilakukan antara dua militan yang hanya dapat diidentifikasi oleh SBU sebagai "Mayor" dan "Grek". Dalam percakapan, keduanya tampak telah kembali dari lokasi kejadian. Percakapan tersebut di buat sekitar 40 menit dari pecakapan antara Bezler dan Geranin.

Dalam percakapan antara "Major" dan "Grek" disebut nama komandan Cossack Nikolay Kozitsin yang menunjukkan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 itu membawa mata-mata. Karena bila tidak, pesawat tidak akan melakukan penerbangan bisnis ke wilayah udara tersebut.

Sejak jatuhnya pesawat yang membawa 283 penumpang dan 25 kru itu terjadi, Ukraina kerap menuding bahwa kelompok separatis melakukan penembakan rudal hingga pesawat jatuh.

Kepala SBU Valentyn Nalivaychenko menjelaskan bahwa dalam percakapan telepon yang disadap di antara dua perwira dan pejuang pro-Rusia itu salah satu pihak ada yang menyebut telah melihat lautan perempuan dan anak dalam rerutuhan pesawat.

"Kami akan melakukan apapun bagi militer Rusia yang membawa tindakan kriminal ini untuk dihukum," kata Nalivaychenko yang menunjukkan transkrip audio percakapan tersebut. Namun belum bisa diketahui apakah rekaman pembicaraan itu benar atau hoax belaka. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Ngobrol Serius dengan Kapolri

Senin, 19 Januari 2026 | 05:45

Legislator Golkar Tepis Keterlibatan Bahlil soal Sawit Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 05:25

Dokter Tifa: Keren Sekali Mobilnya, Bang Eggi!

Senin, 19 Januari 2026 | 04:59

Mahasiswa Harus jadi Subjek Revolusi Digital, Bukan Hanya Penonton

Senin, 19 Januari 2026 | 04:47

Kader Gerindra Papua Barat Daya Wajib Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 19 Januari 2026 | 04:27

Perbakin Lampung Incar Banyak Medali di PON 2028

Senin, 19 Januari 2026 | 03:59

Pendidikan Bukan Persekolahan

Senin, 19 Januari 2026 | 03:48

Maruarar Sirait Dicap Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat

Senin, 19 Januari 2026 | 03:24

Narasi Bung Karno Lahir di Jombang Harus jadi Perhatian Pemkab

Senin, 19 Januari 2026 | 02:59

Dankodaeral X Cup 2026 Bidik Talenta Pesepak Bola Muda Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 02:45

Selengkapnya