Berita

presiden sby/net

Dunia

KONFLIK PALESTINA-ISRAEL

Presiden SBY: Dewan Keamanan PBB Harus Tegas

JUMAT, 18 JULI 2014 | 15:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta dunia untuk menghentikan aksi serangan yang terus dilakukan pihak Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Seruan ini disampaikan Kepala Negara dalam konferensi pers terkait musibah jatuhnya pesawat MH-17 dan serangan Israel ke Gaza, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (18/7).

"Saya ingin menyampaikan seruan kepada masyarakat dunia, kepada pemimpin dunia untuk secara khusus mengatasi situasi memburuknya di Jalur Gaza yang telah merenggut jatuhnya korban sipil yang tidak berdosa," ujar SBY.


Menurutnya, setelah gencatan senjata singkat, ternyata situasinya makin memburuk. Ia menyebutkan, beberapa jam lalu Israel justru melaksanakan operasi serangan darat yang tentu akan menambah penderitaan masyarakat Palestina. Penembakan-penembakan roket juga masih terjadi.

"Berarti aksi balas membalas masih terjadi. Oleh karena itu, menghadapi situasi yang sangat kritis ini tiada lain dunia harus sangat serius untuk bertindak, bukan hanya berkata-kata, menghentikan semua kekerasan yang terjadi di wilayah Palestina," tegas SBY.

Dunia, lanjut SBY, juga harus secara serius menghentikan segala bentuk kekerasan di wilayah Palestina. Dewan Keamanan PBB harus tegas untuk mengatasi itu. Presiden juga menyatakan bahwa Indonesia terus mengimbau untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban konflik di Jalur Gaza untuk meringankan penderitaan korban dan keluarga. Indonesia sendiri telah memberi contoh untuk memberikan bantuan kemanusiaan ini.

"Situasi damai serta pembicaraan damai menjadi hal yang penting bagi terwujudnya negara Palestina yang berdaulat dan merdeka dengan konsep dua negara, two-state solution," pungkas SBY seperti diberitakan presidenri.go.id. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya