Berita

foto:net

Perkuat Pasar Tradisional dan Tutup Ritel Modern Bodong

JUMAT, 18 JULI 2014 | 12:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pedagang di pasar tradisional yang terhimpun dalam Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI), mendesak pemerintah segera menertipkan ritel modern bodong dan yang melanggar aturan. Pasar atau toko modern semakin menjamur dan berdiri kokoh di sekitar pasar tradisional. Jika pemerintah masih ingin keberlangsungan pasar tradisional di Indonesia, maka harus di lakukan tindakan yang semestinya.

IKAPPI berharap penertipan dan penutupan ritel modern ini menyangkut keleangkapan izin, zonasi atau jarak antara pasar tradisional dengan pasar modern, termasuk komoditas yang diperdagangkan, saat ini miras di perdagangkan bebas di pasar modern.

Banyak perbedaan yg mendasar antara pasar modern dengan pasar tradisional. Pasar modern memiliki keleluasan dalam membayar barang (produk) kepada pemasok (suplier). Biasanya mereka membayar kepada suplier mundur satu hingga dua minggu, setelah barang diterima. Sementara para pedagang di pasar tradisional membayar ketika barang diterima (cash and carry).


"Kondisi ini membuat pedagang di pasar tradisional kewalahan dari sisi permodalan. Sementara toko modern memiliki modal lebih besar, jaringan lebih luas dan suplier memberikan kesempatan pembayaran mundur," kata Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI, Imam Hadi Kurnia dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Jumat (18/7).

Di lain sisi, pedagang di pasar tradisional juga kesulitan untuk mendapatkan tambahan modal. Rata-rata pedagang tradisional meminjam modal dari para rentenir karena pedagang sulit mengajukan penambahan modal ke bank, pihak perbankan menganggap usaha para pedagang belum bankable karena tidak memiliki izin hak milik dan agunan.

"Hal seperti itulah yang menyulitkan pedagang untuk perkembang," kata dia.

IKAPPI mengingatkan agar pemerintah pusat dan daerah benar-benar berpihak kepada pedagang yang notabene adalah pengusaha produk dalam negeri. Selain itu IKAPPI juga berharap ada pembenahan manajemen bagi pengelola pasar tradisional agar eksistensinya tetap terjaga.

Menurut Imam, pemerintah belum sepenuhnya berhasil melindungi pelaku ekonomi kecil masyarakat, terbukti banyaknya pasar modern yang berdampingan dengan pasar tradisional, konflik pasar, kebakaran pasar dan permodalan yang tidak menyentuh pedagang pasar tradisional. Padahal merekalah sesungguhnya pahlawan penggerak roda ekonomi kecil bangsa ini. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya