Berita

ilustrasi/net

Dunia

Rusia: Ukraina Punya Sistem Rudal yang Bisa Tembak Jatuh Pesawat

JUMAT, 18 JULI 2014 | 12:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan pendapat yang menyebut bahwa militer Ukraina memiliki sistem peluncuran rudal ke udara dan setidaknya 27 peluncur yang memiliki kemampuan untuk menjatuhkan pesawat yang melintas di wilayah Donetsk, tempat di mana pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh pada Kamis (17/7).

"Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertahanan Rusia, unit-unit pasukan militer Ukraina yang ditempatkan di lokasi jatuhnya pesawat dilengkapi dengan sistem rudal anti pesawat dari Buk-M1. Kompleks ini dalam karakter teknis dan taktis mereka mampu mendeteksi target udara pada kisaran hingga 160 kilometer dan menabraknya pada kisaran ketinggian penuh 30 kilometer," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia yang dilansi oleh Russia Today pada Jumat (18/7).

Diketahui pesawat Malaysia Airlines berjenis Boeing 777-200 yang membawa 283 penumpang dan 15 kru pesawat jatuh di wilayah timur Ukraiana, tepatnya di dekat Donetsk. Daerah tersebut merupakan lokasi konflik yang terjadi antara kelompok separatis pro-Rusia dengan pemerintah Ukraina sejak beberapa bulan terakhir. Seluuruh orang dalam penerbangan itu tewas seketika.


Ukraina menyebut tragedi itu terjadi karena pesawat terkena tembakan rudal. Namun belum ada laporan resemi mengenai penembakan rudal serta siapa pelaku penembakan.

Seorang pilot yang juga merupakan pakar penerbangan, Yury Karash menyebut kemungkinan pesawat itu jatuh oleh rudal sangat besar.

"Boeing-777 adalah mesin yang sangat bisa diandalkan. Pesawat modern tidak hanya celaka tanpa alasa. Mari kita ingat bagaimana rudal Ukraina menembak jatuh pesawat Rusia TU-154 sepuluh tahun lalu. Saya benar-benar tidak bisa mengesampingkan kemungkinan Boeing-777 juga terkena rudal," katanya Karash. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Ngobrol Serius dengan Kapolri

Senin, 19 Januari 2026 | 05:45

Legislator Golkar Tepis Keterlibatan Bahlil soal Sawit Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 05:25

Dokter Tifa: Keren Sekali Mobilnya, Bang Eggi!

Senin, 19 Januari 2026 | 04:59

Mahasiswa Harus jadi Subjek Revolusi Digital, Bukan Hanya Penonton

Senin, 19 Januari 2026 | 04:47

Kader Gerindra Papua Barat Daya Wajib Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 19 Januari 2026 | 04:27

Perbakin Lampung Incar Banyak Medali di PON 2028

Senin, 19 Januari 2026 | 03:59

Pendidikan Bukan Persekolahan

Senin, 19 Januari 2026 | 03:48

Maruarar Sirait Dicap Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat

Senin, 19 Januari 2026 | 03:24

Narasi Bung Karno Lahir di Jombang Harus jadi Perhatian Pemkab

Senin, 19 Januari 2026 | 02:59

Dankodaeral X Cup 2026 Bidik Talenta Pesepak Bola Muda Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 02:45

Selengkapnya