Berita

22 Juli 2014: Lailatul Qadar untuk Indonesia

JUMAT, 18 JULI 2014 | 05:27 WIB | OLEH: MUHAMMAD SULTON FATONI

"SESUNGGUHNYA Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada lailatul qadr. Tahukah kamu, apa Lailatul Qadar itu? Lailatul qadr itu lebih baik dibanding 1000 bulan" (QS. Al-Qadr:1-3)
 
Entah pertimbangan apa Pemerintah memilih tanggal 22 Juli 2014 yang akan datang sebagai hari dimana Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Presiden terpilih hasil Pemilihan Presiden (Pilpres).

Bagi KPU mungkin tanggal 22 Juli sifatnya kebetulan belaka sebagai bagian dari tahapan Pemilu. Namun di balik itu ada rahasia istimewa yang terkandung di dalamnya. Tanggal 22 Juli 2014 bertepatan dengan tanggal 24 Ramadhan tahun 1435H. Lalu ada apa gerangan dengan tanggal tersebut?
 

 
Jika ingin tahu istimewanya tanggal pilihan KPU tersebut, perlu memahami peristiwa saat Allah Swt memerintahkan Malaikat Jibril menurunkan al-Quran secara utuh dari Lauh Mahfudz ke dunia pada tanggal 24 Ramadhan. Al-Qur’an tersebut kemudian malaikat Jibril sampaikan kepada Nabi Muhammad saw. Jibril menurunkan ayat demi ayat, surah, sesuai kebutuhan situasi dan kondisi. Proses turunnya al-Qur’an baru tuntas setelah melewati waktu selama 23 tahun masa kenabian (muddatan nubuwwah).

Peristiwa di atas perlu menjadi bahan refleksi bagi bangsa Indonesia. Presiden RI yang terpilih pada tanggal 22 Juli nanti adalah ketentuan Allah Swt. Ia akan memimpin Indonesia yang gemah ripah loh jinawi untuk mewujudkan kehidupan toto tentrem kerto raharjo. Road map menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur sudah ada. Presiden terpilih tinggal bekerja tahap demi tahap melanjutkan era reformasi yang sudah berjalan 16 tahun.

Lima tahun ke depan usia reformasi sudah mencapai 21 tahun. Artinya, Presiden mendatang sedang memimpin Indonesia memasuki fase krusial era reformasi, nyaris sama dengan masa dimana Rasulullah akan menyudahi era kenabiannya.

Spirit Nuzulul Qur’an inilah yang perlu disadari bangsa Indonesia, terlebih Presiden terpilih dan para pemimpin lembaga negara. Persoalan mendasar yang perlu dipahami para penyelenggara negara adalah amanah konstitusi. Meminjam teori Syaikh Nawawi Banten, semua yang ada di dalam konstitusi itu sudah jelas dan lugas, baik yang bersifat ushulud daulah (prinsip-prinsip negara) maupun yang furu’ud daulah (turunannya). Tinggal keseriusan anak bangsa untuk melaksanakannya.

Presiden terpilih pada tanggal 22 Juli nanti insya Allah wujud dari terkabulnya doa umat Islam Indonesia, dan bangsa Indonesia pada umumnya, di bulan Ramadhan. Inilah hadiah terdahsyat lailatul qadar untuk bangsa Indonesia. Karena itu semestinya Presiden terpilih nanti harus mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Presiden yang bermanfaat untuk bangsa Indonesia.

Marilah kita lalui hari demi hari ke depan hingga tanggal 22 Juli dengan rasa syukur, damai dan sejuk. Mensyukuri nikmat Presiden baru bukan karena sosok presidennya, juga bukan karena demokrasinya, namun karena Dzat Yang memberi kenikmatan tersebut.

Penulis adalah Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya