Berita

net

Dunia

MUSIBAH MH17

Daftar Tragedi Penembakan Pesawat Sipil Semakin Panjang

JUMAT, 18 JULI 2014 | 01:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bila pesawat Malaysia Airlines MH-17 yang jatuh di wilayah timur Ukraina (Kamis, 17/7) terkonfirmasi jatuh karena ditembak, entah oleh pasukan Ukraina ataupun kelompok separatis pro-Rusia, maka kasus itu akan menambah panjang daftar penembakan pesawat sipil yang pernah terjadi.

Dikabarkan bahwa pesawat bernomor penerbangan MH-17 itu jatuh di dekat wilayah Donetsk yang merupakan lokasi konflik antara separatis pro-Rusia dengan pasukan pemerintah. Pesawat diduga jatuh akibat ditembak rudal di ketinggian 33 ribu kaki. Akibatnya 280 penumpang dan 15 kru tewas seketika.

Baik pemerintah Ukraina mapun kelompok separatis sama-sama membantah melakukan penembakan pesawat sipil nahas itu.


Dalam sejarah penerbangan dunia, tercatat sejumlah insiden penambakan pesawat sipil yang tengah mengudara.

Pada 4 Oktober 2001, misalnya, pesawat milik Siberia Airlines bernomor penerbangan 1812 yang bertolak dari Tel Aviv menuju Novosibirsk tumbang di Laut Hitam, tak jauh dari lokasi kecelakaan pesawat Malaysia Airlines yang baru saja terjadi. Dalam insiden yang diduga terjadi akibat latihan militer Ukraina itu, seluruh penumpang yang berjumlah 66 orang dan 12 kru tewas.

Insiden penembakan pesawat sipil lainnya yang menonjol dalam sejarah penerbangan adalah ketika pesawat Iran Air bernomor penerbangan 655 ditembak jatuh oleh rudal pada 3 Juli 1988.

Rudal tersebut ditembakkan oleh kapal penjelajah Amerika Serikat USS Vincennes di Teluk Persia. Akibatnya, semua penumpang yang berjumlah 275 orang dan 15 kru pesawat berjenis Airbus A300 B2-203 itu tewas.

Insiden itu menjadi salah satu bencana penerbangan yang paling mematikan sepanjang masa. Amerika Serikat akhirnya membayarkan kompensasi kepada para korban.

Pada tahun 1983, Korea Airlines penerbangan 007 ditembak oleh pesawat tempur Uni Soviet di dekat Pulau Sakhalin ketika tengah bertolak dari New York menuju Seoul. Akibatnya, seluruh penumpang yang berjumlah 269 orang tewas. [ald]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Ngobrol Serius dengan Kapolri

Senin, 19 Januari 2026 | 05:45

Legislator Golkar Tepis Keterlibatan Bahlil soal Sawit Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 05:25

Dokter Tifa: Keren Sekali Mobilnya, Bang Eggi!

Senin, 19 Januari 2026 | 04:59

Mahasiswa Harus jadi Subjek Revolusi Digital, Bukan Hanya Penonton

Senin, 19 Januari 2026 | 04:47

Kader Gerindra Papua Barat Daya Wajib Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 19 Januari 2026 | 04:27

Perbakin Lampung Incar Banyak Medali di PON 2028

Senin, 19 Januari 2026 | 03:59

Pendidikan Bukan Persekolahan

Senin, 19 Januari 2026 | 03:48

Maruarar Sirait Dicap Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat

Senin, 19 Januari 2026 | 03:24

Narasi Bung Karno Lahir di Jombang Harus jadi Perhatian Pemkab

Senin, 19 Januari 2026 | 02:59

Dankodaeral X Cup 2026 Bidik Talenta Pesepak Bola Muda Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 02:45

Selengkapnya