Berita

jokowi-ara/net

Maruarar Sirait Instruksikan Struktur TMP Tak Kerahkan Massa

KAMIS, 17 JULI 2014 | 17:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Struktur Taruna Merah Putih, sayap pemuda dan mahasiswa PDI Perjuangan yang jaringan dan anggotanya tersebar di Indonesia, diintruksikan untuk tidak mengerahkan massa pada 22 Juli mendatang saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil pemilihan presiden.

"Ini untuk menjaga Indonesia tetap damai dan sejuk, tetap aman dan tertib, sebagaimana juga sudah diinstruksikan Jokowi kepada semua pendukung dan rakyat Indonesia," kata Ketua Umum Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 17/7).

Maruarar Sirait, yang juga anggota Komisi XI DPR, pun percaya Presiden SBY, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa tetap menjaga netralitas dan propesionalitasnya. Sebab ini lah waktunya semua lembaga negara menunjukkan inetregritas dan profesionalitasnya.


"Kenapa kita percaya? Sebab bila tidak netral dan profesional, kita tidak akan melalui proses pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dengan aman dan damai sebagaimana kita saksikan," ungkap Ara, begitu ia disapa, yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan.

Ara pun yakin Indonesia akan tetap aman dan damai. Sebab jauh lebih banyak rakyat Indonesia yang mau aman, dan mau mempertahankan keamanan serta perdamaian. Menjaga keamanan ini juga sangat penting, sebab ini menjadi penentu stabilitas politik. Sementara variabel stabilitas politik sangat mempengaruhi kondisi ekonomi.

"Kita harus menjaga investasi, dan ekonomi. Menguatnya nilai tukar dan Indeks Harga Saham Gabungan, harus berkelanjutan. Kita harus utamakan kepentingan rakyat," demikian Ara, yang dikenal dekat dengan Jokowi dan selama ini berjuang mengawal Jokowi sejak lama. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya