Berita

ilustrasi/net

Dunia

Turki Siap Pindahkan Ribuan Pengungsi Suriah ke Perbatasan

KAMIS, 17 JULI 2014 | 16:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Turki menggodok peraturan untuk menangani masuknya puluhan ribu pengungsi Suriah ke Istanbul.

Gubernur Istanbul Huseyin Avni Mutlu menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 67 ribu pengungsi Suriah di kota tersebut dan undang-undang yang akan diadopsi tersebut dinilai akan secara efektif mengusir para pengungsi ke kamp-kamp pengungsi di dekat perbatasan Suriah.

Multu menyebut, saat ini sudah ada sekitar 500 pengungsi Suriah yang dikirim ke kamp-kamp pengusian di sebelah tenggara Turki.


Pernyataannya itu dilontarkan di tengah tanda-tanda meningkatnya ketegangan atas semakin banyaknya pengungsi Suriah yang memasuki Turki.

Turki sendiri diketahui menjadi tempat penampungan bagi lebih dari satu juta pengungsi Suriah setelah Perdana Menteri racep Tayyip Erdogan mengumumkan kebijakan pintu terbukan bagi warga Suriah yang akan menghindari konflik.

Namun dari jumlah tersebut, hanya kurang dari sepertiganya yang tinggal di kamp-kamp pengungsian dekat perbatasan. Sebagian besar memilih untuk tinggal di kota-kota besar termasuk Istanbul.

Di Istanbul, kedatangan puluhan ribu pengungsi Suriah membawa masalah baru karena mereka mencari nafkah dengan mengemis di jalan-jalan, atau lokasi lainnya.

Multu menyebut, kehadiran banyaknya pengemis di jalan-jalan Istanbul mengganggu masyarakat pengungsi Suriah lainnya.

"Perwakilan dari masyarakat Suriah di Istanbul tidak senang rekan-rekan mereka yang mengemis di Istanbul. Mereka menyebut, hal itu merusak citra mereka sebagai pengungsi," katanya seperti dikabarkan Al Jazeera pada Kamis (17/7).

Multu menyebut, dikirimnya pengungsi ke kamp-kamp pengungsian perlu dilakukan agar pemerintah tahu di mana pengungsi tinggal, bagaimana tingkat pendidikan mereka, serta berapa pendapatan mereka. Hal itu perlu dilakukan agar pemerintah dapat mengambil tindakan lebih lanjut. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Ngobrol Serius dengan Kapolri

Senin, 19 Januari 2026 | 05:45

Legislator Golkar Tepis Keterlibatan Bahlil soal Sawit Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 05:25

Dokter Tifa: Keren Sekali Mobilnya, Bang Eggi!

Senin, 19 Januari 2026 | 04:59

Mahasiswa Harus jadi Subjek Revolusi Digital, Bukan Hanya Penonton

Senin, 19 Januari 2026 | 04:47

Kader Gerindra Papua Barat Daya Wajib Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 19 Januari 2026 | 04:27

Perbakin Lampung Incar Banyak Medali di PON 2028

Senin, 19 Januari 2026 | 03:59

Pendidikan Bukan Persekolahan

Senin, 19 Januari 2026 | 03:48

Maruarar Sirait Dicap Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat

Senin, 19 Januari 2026 | 03:24

Narasi Bung Karno Lahir di Jombang Harus jadi Perhatian Pemkab

Senin, 19 Januari 2026 | 02:59

Dankodaeral X Cup 2026 Bidik Talenta Pesepak Bola Muda Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 02:45

Selengkapnya