Berita

aburizal bakrie/net

Aburizal Bakrie Cs Harus Memulihkan Nama Baik Agus Gumiwang dan Nusron Wahid

KAMIS, 17 JULI 2014 | 15:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Perseteruan di tubuh Golkar mungkin saja dipicu oleh kegagalan Ketua Umum Aburizal Bakrie dalam mengusung calon presiden. Ini merupakan kegagalan pertama dalam sejarah Golkar sejak era Reformasi.

Namun kegagalan ini dinilai bukan sebagai faktor utama kisruhnya pohon beringin. Dalam artian, selama Aburizal Bakrie dan pengurus Golkar menghormati langkah politik masing-masing kader Golkar untuk mendukung Jokowi-JK, berbeda dengan sikap DPP Golkar yang mendukung Prabowo-Hatta, maka perseteruan tidak akan meruncing dan semua bisa didialogkan.

Apalagi alasan kader muda dan beberapa tokoh senior Golkar juga dinilai masuk akal. Mereka merasa lebih nyaman mendukung Jokowi-JK, yang ada unsur JK-nya yang merupakan mantan Ketua Umum Golkar, dibanding mendukung Prabowo-Hatta, yang keduanya adalah orang luar.


Namun sayang, Aburizal Bakrie Cs memilih jalan yang menciderai proses demokrasi secara umum. Misalnya dengan memecat Nusron Wahid, kader Golkar yang kembali terpilih menjadi anggota DPR RI untuk ketigakalinya dengan suara terbanyak nasional di Golkar. Pemecatan juga ditujukan kepada Agus Gimiwang Kartasasmita, yang juga caleg terpilih dengan suara terbanyak di Jawa Barat. Agus bahkan sudah digeser dari posisi Wakil Ketua Umum I DPR.

Saat ini, banyak yang menyarankan, untuk mendinginkan suasana, tidak ada pilihan lain bagi Aburizal Bakrie Cs kecuali memulihkan nama baik Agus dan Nusron. Pemulihan nama baik kader Golkar yang punya akses dan jaringan luas ini sangat penting. Nusron misalnya merupakan representasi NU di Golkar. Sementara Agus punya akses pada para tokoh senior, lebih-lebih dia adalah putera dari tokoh dengan nama besar di Golkar; Ginanjar Kartasasmita.

Bila kedua sosok ini dipulihkan nama baiknya, bisa jadi kondisi Golkar akan kembali sejuk, dan tidak memanas lagi. Dan yang tak kalah penting adalah bila ternyata pada akhirnya kubu Jokowi-JK yang menang dalam Pilpres. Sebab bila Agus dan Nusron tak dikembalikan nama baiknya, sementara Jokowi-JK yang memenangkan Pilpres, maka tiada ada lagi alasan untuk tidak mengjukirbalikkan keadaan dengan menyerang balik Aburizal dan menggesernya dari kursi ketua umum. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya