Berita

andi arief/net

Andi Arief Cs Harus Legowo Menerima Kekalahan Prabowo

KAMIS, 17 JULI 2014 | 14:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Andi Arief, Staf Khusus Presiden SBY, selama ini terlihat begitu aktif mengajak semua pihak untuk menyatakan siap menang dan siap kalah, sambil menanti pengumungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang.

Ajakan Andi Arief dinilai lebih ditujukan kepada kubu Jokowi-JK. Bahkan, Andi Arief beberapa kali mengkritik tajam sikap kubu Jokowi-JK yang selalu mengatakan ada indikasi kecurangan kalau kalah. Bagi Andi Arief, ini adalah bentuk lain dari provokasi yang bisa memicu potensi konflik.

Namun Andi Arief punya penilaian terkait dengan isu yang dibangun bahwa akan terjadi kemarahan besar bila salah satu kubu kalah. Andi Arief pun punya kesimpulan lain, justru ada potensi kemarahan rakyat terhadap pihak yang meneriakkan jadi korban kecurangan selama ini. Mudah diduga, serangan Andi Arief ini disampaikan untuk kubu Jokowi-JK.


Di kubu Jokowi-JK sendiri ada yang percaya, Andi Arief bekerja untuk Prabowo. Meski tidak menjadi bagian dari tim sukses secara resmi, namun Andi Arief diyakini menjalankan operasi senyap untuk menjatuhkan mental kubu Jokowi-JK, bahkan menyerang Jokowi-JK secara langsung. Andi Arief dinilai menjadi pihak untuk menghadapi psy war.

Keberpihakan Andi Arief ini tentu tak dipersoalkan. Lebih-lebih semua warga negara punyak hak yang sama untuk mendukung siapapun yang dinilainya bisa membawa Indonesia lebih baik.

Namun mereka menilai, penting bagi Andi Arief untuk juga bila bisa melihat ke dalam. Dalam artian, kesiapan untuk menerima kekalahan bukan semata ditujukan kepada pihak Jokowi-JK. Andi Arief Cs juga harus legowo menerima kekalahan Prabowo. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya