Berita

foto:net

Politik

Prof Laode: Jika Benar, Kasus RRI Jangan Terulang Lagi

KAMIS, 17 JULI 2014 | 14:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mantan Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof Dr Laode M Kamaluddin mengkritik Radio Republik Indonesia (RRI) yang mengeluarkan hasil quick count Pilpres 2014. Pasalnya, jika benar quick count yang dikeluarkan RRI adalah hasil exit poll maka lembaga penyiaran negara tersebut mempertaruhkan kredibilitasnya.

"RRI yang berpegang pada kredibiltasnya itu sudah runtuh dengan hal itu," kata Laode saat dihubungi wartawan beberapa saat lalu, Kamis (17/7).

Tapi Laode mengatakan klarifikasi yang disampaikan oleh pihak RRI soal quick count patut diapresiasi oleh semua pihak. Namun pada dasarnya jika RRI memang merubah hasil quick count mereka berdasarkan exit poll maka hal itu tidak boleh terjadi lagi dikemuadian hari.


"Itu diklaim seolah-olah quick count, dan itu melampau klaim akademis. Jadi itu sebetulnya kasus RRI saja kalau benar (bohong), ya dia kita hormati jika mereka sudah meralat dengan baik," imbuh Laode.

Laode menjelaskan, dalam dunia statistik memang diperbolehkan melakukan pembohongan demi menghasilkan penelitian yang diharapkan.

"Tapi tidak boleh dilakukan karena tabu. Kebenaran akademis itu diabaikan. Jadi survei itu harus objektif," tegas Laode.

Laode mencontohkan, penelitian atau survei dilakukan hanya kepada populasi yang homogen atau konstituennya. Sehingga hasil sesuai dengan harapan peneliti.

"Karena itu di dunia statistik juga dikenal nama random, dan itu esensinya semua elemen harus mendapat kesempatan yang sama untuk diambil. Seperti yang rahasia, swing voter, golput dan konstituennya itu harus diambil secara proporsional," demikian Laode. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya