Berita

prabowo-jokowi/net

Wacana Pertemuan Prabowo-Jokowi Harus Dimaknai Pertemuan Gagasan

KAMIS, 17 JULI 2014 | 13:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Wacana pertemuan capres Prabowo Subianto dengan capres Joko Widodo merupakan gagasan untuk menciptakan kesejukan. Namun, harapan tersebut tidak hanya dimaknai secara fisik, sebab rakyat lebih memaknainya sebagai pertemuan gagasan besar untuk Indonesia yang lebih baik.

"Yang terpenting adalah komitmen untuk menghargai suara rakyat, menghormati hak rakyat yang berdaulat yang telah disuarakan pada tanggal 9 Juli yang lalu dan komitmen untuk menciptakan rasa aman dan damai," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Kamis, 17/7).

Atas dasar hal itu, di tengah jadwal padat kedua pasangan calon, lanjut Hasto, maka sebaiknya seruan untuk menegaskan komitmen di atas, memiliki makna yang lebih penting. Hal tersebut akan menampilkan karakter kenegarawanan dari para pemimpin.


"Kami meyakini, meski pertemuan fisik belum terlaksana, namun fundamen untuk menghormati hak rakyat yang berdaulat, telah menjadi komitmen dasar Pak Prabowo-Hatta dan Pak Jokowi-JK untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang terbukti bisa mempraktekkan demokrasi," bebernya.

Karena itulah, kata Hasto, sebaiknya kedua tim kampanye juga terus menciptakan suasana yang kondusif.  Kini saat yang tepat untuk saling  membuka diri terhadap realitas suara rakyat.

"Saatnya bersatu untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Saatnya energi kebangkitan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia terus digelorakan. Sebab siapapun yang terpilih, adalah presiden seluruh rakyat Indonesia," lanjutnya.

Hasto menambahkan, pasca pilpres yang berjalan aman dan damai, maka fokus seluruh elemen bangsa saat ini adalah menjadi jembatan perekat dari berbagai perbedaan yang muncul akibat kompetisi yang ketat. Wakil Sekjen PDI Perjuangan ini meminta semua pihak memberi kepercayakan pada penyelenggara pemilu untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Sehingga Indonesia bisa membanggakan bahwa disini demokrasi telah bekerja dengan matang dan sempurna.

"Marilah kita ubah suasana kompetisi agar segera kembali ke watak asli kehidupan bangsa ini yang penuh dengan kerukunan dan toleransi. Jangan pertaruhkan modal kebangsaan yang kuat ini dengan berbagai aksi massa yang hanya menguras energi," demikian Hasto. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya