Berita

aburizal bakrie/net

Politik

Yang Ingin Melengserkan Ical Adalah Pengkhianat Partai

KAMIS, 17 JULI 2014 | 12:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tidak ada dalil atau alasan dalam aturan partai yang dapat menggeser Aburizal Bakrie (Ical) dari kursi Ketua Umum DPP Partai Golkar.

"Kita patuh aturan partai. Apa alasan mereka menyuruh Bang Aburizal mundur?" kata Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ajib Shah kepada redaksi, Kamis (17/7).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut ini mengaskan, mereka yang menyuruh Ical mundur, harus sadar dan bertaubat. Pasalnya, saat pileg dan menyongsong pilres lalu, mereka sama sekali tidak memberi kontribisi.


"Mereka ini pengkhianat partai. Sudah tidak ada kontribusi, sekarang malah mengganggu," kesal Ajib.

Menurutnya, Munas Golkar 2009 di Pekanbaru sudah jelas-jelas merekomendasikan Ical menjabat selama enam tahun, 2009-2005. Artinya, tidak ada Munas Oktober 2014 seperti yang diinginkan segelintir kader partai yang tidak berkeringat.

"Lagian kenapa mereka nggak usul lima tahun di Pekanbaru, jangan sekarang ribut. Mereka ini juga nggak bantu kita kok saat pileg lalu, kalau mereka bantu, pasti kita pemenang pemilu-nya," sindir Ajib.

Selasa (15/7) di Gedung Perintis Kemerdekaan, Komplek Tugu Proklamasi, Jakarta, sejumlah kader Partai Golkar mendesak Aburizal Bakrie mundur dari jabatan ketua umum partainya. Mereka antara lain; Fahmi Idris, Ginandjar Kartasasmita, Andi Matalatta, Zainal Bintang, Yorrys Raweyai, Roosdinal Salim, Andi M, Andi Sinulingga, Ulfah Harmanto, Farida Syamsi dan Laurens Siburian.

Alasannya, Partai Golkar dinilai gagal dalam memenuhi target perolehan suara di Pileg 9 April lalu. Partai Golkar juga gagal mengusung capres sendiri karena rendahnya elektabilitas Aburizal Bakrie. Ditambah pula keputusan Aburizal mendukung Prabowo Subianto yang dinilai tidak didasari pertimbangan yang terukur serta mengesampingkan kader sendiri, Jusuf Kalla. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya