Berita

ilustrasi/net

Umat Islam Harus Bangun Perdamaian Usai Pengumuman Hasil Pilpres

KAMIS, 17 JULI 2014 | 12:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus berperan meredakan ketegangan yang terjadi di masyarakat akibat persaingan Pilpres 2014. Peran ini penting untuk menjaga suasana sejuk dan damai sesuai ajaran agama yang mengajarkan hubungan antar manusia yang mengutamakan persatuan.

"Pasca penghitungan hasil suara oleh KPU, umat Islam sebagai mayoritas juga harus mampu berperan dalam membangun dan menjalin perdamaian," kata Sekretaris MUI Banten, KH Amas Tajuddin.

Kepada pemuda dan mahasiswa, Amas meminta untuk mengedepankan intelektualitas dan tak mudah terprovokasi. Sementara kepada pihak yang berkompetisi, dan merasa ada pelanggaran dalam proses Pilpres, sebaiknya dilaporkan kepada penyelanggara pemilu atau penegak hukum.


Pernyataan Amas ini disampaikan dalam diskusi dengan tema "Meretas Perdamaian Pasca Pilpres 9 Juli 2014." Diskusi yang digelar oleh Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa Banten (FKPMB) ini dilaksanakan pada Selasa (15/7), dengan dihadiri oleh 75 kelompok mahasiswa dan tim kampanye capres-cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK wilayah Banten.

Pembicara lain dalam diskusi ini, Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Mohamad Hudaeri, mengatakan bila demokrasi pada dasarnya mengatur kelanjutan pemerintahan secara damai. Namun adanya perbedaan hasil quict count lembaga survei berakibat masing-masing pasangan capres mengklaim sebagai pemenang.  

"Jika tidak disikapi dengan bijaksana bisa berakibat perpecahan dalam masyarakat yang   dampak buruknya dapat dirasakan oleh masyarakat maupun pemerintah," katanya, sambil memuji upaya FKPMB ini bisa meredam gejala konflik tersebut. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya