Berita

Dino Patti Djalal

Wawancara

WAWANCARA

Dino Patti Djalal: Jabatan Ini Bukan Balas Budi Karena Saya Ikut Konvensi Capres

KAMIS, 17 JULI 2014 | 08:07 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dino Patti Djalal menyatakan jabatan yang diterimanya sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) bukanlah sebagai balas budi karena mengikuti konvensi capres Partai Demokrat.
 
“Tidak seperti itu. Mungkin Pre­siden SBY mengetahui kom­petensi dan track record saya. Mungkin juga beliau dan Menlu membutuhkan bantuan saya untuk persoalan diplomasi. Sebab, beberapa waktu ke depan jadwal diplomasi sangat padat,” kata Dino Patti Djalal kepada Rakyat Merdeka di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/7).

Seperti diketahui, Presiden SBY melantik Dino Patti Djalal sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/7).


Bekas duta besar untuk Ame­rika Serikat itu dilantik meng­gantikan Wardhana yang akan mengemban tugas baru sebagai duta besar untuk Turki.

Dino Patti Djalal selanjutnya mengaku akan bekerja keras men­jalankan tugas yang diberi­kan kepadanya sebagai Wamenlu.

 Berikut kutipan selengkapnya;

Bagaimana awal penunju­kan Anda sebagai Wamenlu?

Beberapa hari sebelumnya, saya diberi kabar oleh pihak Ista­na, bahwa saya akan dijadikan Wamenlu. Saya sempat kaget ketika pertama kali mendengar­nya.

Namun saya mempunyai komitmen kalau negara me­manggil atau membutuhkan saya, tentu saya harus siap meneri­manya.  
 
 Anda menjabat Wamenlu dan komisaris di perusahaan negara, bagaimana membagi waktunya?
Itu gampang sekali. Kalau dari segi waktu tidak masalah. Kalau komisaris ketemunya sebulan sekali dengan direksi. Itu pun tidak harus hadir setiap perte­muan.

Saya sudah pernah punya pe­ngalaman ketika menjadi ko­misaris Danareksa. Komisaris tidak masuk ke operasional dan lebih memberikan pandangan ke direksi.

Mana yang akan diprioritas­kan?

Kedua-duanya akan saya prioritaskan. Tapi jadwal sebagai Wamenlu sudah tentu lebih padat dibanding  komisaris. Tentu  lebih banyak waktu di Kemenlu. Sebab,  akan banyak pertemuan dan diplomasi dengan manca­negara yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Apa yang membuat Anda menjadi Wamenlu?
Untuk lebih tepatnya tanyakan saja kepada  Pak Presiden. Yang jelas jabatan ini bukan balas budi karena saya ikut konvensi capres Partai Demokrat.

Kalau analisa saya mungkin karena saya sudah 27 tahun jadi di­plomat. Mungkin ada faktor ke­be­runtungan yang saya alami. Pada­hal,  banyak rekan-rekan saya yang lebih senior dalam hal diplomasi.

Bagaimana pembagian tugas dengan Menlu?
Saya harus duduk dengan be­liau untuk menerima arahan de­ngan beliau. Secepat mungkin akan duduk bersama untuk menentukan tugas-tugas apa saja yang akan saya jalankan. Beliau atasan saya. Apa pun yang di­arahkan akan saya lakukan dengan baik.

Apa sudah ada program yang akan Anda jalankan?

Saya akan fokus pada tiga hal. Pertama, mengenai diaspora. Saya ingin terus aktif mengga­lang diaspora Indonesia di selu­ruh dunia agar menjadi kekuatan ekonomi dan sosial di seluruh dunia. Nanti Agustus akan ada kongres diaspora internasional.

Kedua, saya akan mensosia­lisasikan ASEAN Economic Community (AEC) ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Sebab, masih banyak warga In­donesia yang belum memahami apa itu AEC. Dari pengalaman 6 bulan terakhir saya keliling Indonesia di 40 kota, sering sekali mendapat pertanyaan AEC itu apa, itu satu hal penting yang saya akan perhatikan.

Ketiga, saya akan membantu pemerintah daerah untuk me­ngembangkan daerahnya secara mandiri tanpa harus mengan­dalkan APBN. Jadi jauh lebih banyak membantu bupati atau walikota dan gubernur yang ingin memanfaatkan sumber-sumber dana internasional. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya