Berita

presiden sby/net

Dunia

Telepon Sekjen PBB, SBY Tegaskan Kekerasan Israel Tidak Bisa Dibiarkan

KAMIS, 17 JULI 2014 | 06:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden SBY telah berkomunikasi via telepon dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon, Rabu malam (15/7) sekitar pukul 19.30 WIB, mendiskusikan penyelesaian persoalan Palestina. SBY juga sedang mencari waktu untuk berbicara dengan Presiden AS Barack Obama.

"Saya sungguh ingin seluruh pemimpin dunia memiliki keputusan yang sama, sehingga kemerdekaan Palestina dapat dilanjutkan," ujar SBY sebelum berlangsungnya peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, tadi malam.

SBY menegaskan, aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina tidak bisa dibiarkan, apalagi sekarang bulan Ramadan. Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia memiliki posisi diplomasi yang jelas dan tegas. Dukungan Indonesia kepada Paletstina sudah lama disuarakan.


"Indonesia mengecam keras aksi militer Israel yang tidak proporsional, yang bukan hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga bertentangan dengan hukum internasional," tegas SBY.

Kepala Negara kembali menjelaskan empat hal yang digarisbawahi Indonesia untuk menuju perdamaian, yaitu penghentian serangan militer yang dilanjutkan gencatan sejata, mencegah aksi saling membalas, dan pemberian bantuan kemanusian bagi warga Palestina.

Keempat posisi Indonesia tersebut juga sudah disampaikan SBY kepada Presiden Iran Hassan Rouhani dalam kapasitasnya sebagai Ketua Gerakan Nonblok. Indonesia pun telah melakukan langkah-langkah diplomasi melalui berbagai forum, baik melalui OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) ataupun PBB.

Pada 12 Juli lalu telah terselenggara sidang darurat di PBB dan telah menghasilkan keputusan mendesak kedua pihak yang bertikai untuk mencapai gencatan senjata.

"Marilah kita berdoa semoga kedua pihak yang bertikai segera sepakat dan siklus kekerasan di Jalur Gaza dapat diakhiri," tandas SBY seperti dimuat di situs presidenri.go.id. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya