Berita

ILUSTRASI/NET

Masih Ditemukan Puluhan Data C1 Janggal di Situs KPU

RABU, 16 JULI 2014 | 13:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini masih ada puluhan data C1 yang bermasalah dalam situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Data itu misalnya yang berasal dari beberapa TPS di Rancaekek Wetan, Rancaekek, Bandung, Jawa Barat.

Adalah Koordinator Saksi Tim Pemenangan Jokowi-JK, Djarot Saiful Hidayat, yang mengungkap kejanggalan itu. Berdasarkan formulir rekapitulasi di kecamatan, ada 2114 pemilih khusus tambahan di desa atau kelurahan tersebut. Dilihat dari data itu, terkesan wajar karena memang di wilayah itu adalah lokasi tinggal banyak pendatang di wilayah Kabupaten Bandung.

Namun setelah dikroscek ke rekapitulasi per-TPS, memang pemilih tambahan itu menyebar di beberapa TPS di desa itu dengan jumlah bervariasi. Namun di TPS 19 ada 208 pemilih tambahan dan di TPS 27 ada 203 pemilih.


"Sekilas tak bermasalah. Tapi data itu agak aneh dan terkesan digelembungkan. Waktu resmi yang disediakan untuk pemilih tambahan hanya satu jam terakhir sebelum TPS ditutup. Dalam waktu satu jam, kecil kemungkinan petugas PPS mampu melayani hingga lebih dari 200-an warga yang memilih," kata Djarot beberapa saat lalu (Rabu, 16/7).

Apabila diasumsikan waktu untuk melayani seorang pemilih adalah rata-rata 3 menit, ungkap Djarot, maka satu bilik suara hanya bisa melayani sekitar 20 pemilih. Apabila ada maksimal lima bilik suara per TPS, maka maksimal yang bisa dilayani adalah hanya 100 orang.

"Kalau seperti itu sudah ada indikasi penggelembungan sistematis, dengan membagi suara tambahan secara merata ke sejumlah TPS. Kalau jumlah pemilih tambahan di satu desa atau kelurahan itu 2000-an lebih, patut diduga ada penggelembungan sistematis. Ini Perlu diverifikasi," tegasnya.

Karena itu, Djarot memastikan pihaknya mengirim tim khusus yang akan menginvestigasi keanehan tersebut. Ia juga akan meminta Panwaslu harus proaktif menginvestigasi.

Djarot pun menemukan kasus serupa di TPS 4 Selabatu Sukabumi, TPS 7 Tanah Baru Depok, TPS 25 Jatiwarna Bekasi, TPS 39 Ciangsana Bogor, TPS 01 Rancaekek Wetan, Kabupaten Bandung, dan masih banyak lagi. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya