Berita

foto:net

Politik

Panwaslu Sumut Terima 98 Aduan Pelanggaran Pilpres

RABU, 16 JULI 2014 | 10:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Provinsi Sumatera Utara menangani 98 dugaan pelanggaran tahapan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) 2014. 85 dugaan pelanggaran administrasi dan 13 dugaan pidana pemilihan umum.

"Data yang sudah kita terima per 15 Juli ada sebanyak 98 kasus," kata Anggota Panwaslu Sumut, Hardi Munte, Rabu (16/7).

Data itu dihimpun terdiri dari tiga tahapan. Masa kampanye ditangani 59 dugaan pelanggaran terdiri 55 administrasi dan 4 pidana. Masa tenang sebanyak 25 kasus, 24 diantaranya administrasi dan 1 pidana. Dan saat pemungutan dan penghitungan suara sudah diterima sebanyak 14 kasus dugaan pelanggaran, 6 administrasi dan 8 dugaan pidana.


"Tiga kasus pidana di Medan sudah dilimpahkan ke Polresta Medan tadi malam, setelah gelar kasus bersama Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu Panwaslu-Kepolisian-Kejaksaan)," ujar Hardi.

Panwaslu kabupaten/kota di Sumut mengeluarkan rekomendasi kepada KPU untuk ditindaklanjuti terkait dugaan pelanggaran administrasi. Diantaranya, saat pemungutan dan penghitungan suara 9 Juli lalu, ditemukan adanya surat suara yang rusak karena basah dan kurang di beberapa TPS. Dicontohkannya, kekurangan surat suara di Kabupaten Mandailing Natal, sebanyak 24 lembar di TPS 1 Desa Sinonoan Kecamatan Siabu. Kekurangan 204 lembar di empat Desa dan 4 TPS di, dan sejumlah TPS di Kecamatan Kabupaten Mandailing Natal. Ditemukan di 4 TPS di Padang Lawas Utara. Kurang 471 lembar kertas suara basah di TPS 2 Desa Tumba Jae, Kecamatan Manduamas Tapanuli Tengah.

"Panwaslu merekomendasikan agar kekurangan ini dipenuhi. Solusi saat itu, surat suara diambil dari TPS terdekat dan tidak ada kendala kekurangan surat suara hingga pemungutan suara selesai," katanya seperti dikabarkan MedanBagus.com.

Di beberapa daerah juga dilaporkan adanya saksi menggunakan atribut pemenangan pasangan calon. Temuan dan laporan itu, ditindaklanjuti dengan merekomendasikan agar atribut pasangan calon tidak dibenarkan masuk ke TPS.

Hardi mengatakan, kedua pihak peserta pemilu dan penyelenggara berpotensi melakukan kecurangan. Untuk itu, jajarannya intens melakukan pengawasan tahapan rekapitulasi di setiap tingkatan. Saat ini, akan memasuki tahapan rekapitulasi tingkat kabupaten/kota. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya