Berita

presiden sby/net

Dunia

SBY Segera Telepon Sekjen PBB dan Presiden AS

RABU, 16 JULI 2014 | 08:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merencanakan untuk menelepon Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama membahas situasi terkini di Jalur Gaza. Menurut Kepala Negara, penyerangan Israel terhadap rakyat Palestina sangat melukai umat Islam.

"Saya akan menyampaikan ini sangat melukai umat Islam, bulan suci Ramadan terjadi kekerasan seperti itu. Marilah kita hormat menghormati," kata  SBY saat memberi sambutan acara silaturahmi dan buka puasa bersama ulama dan tokoh masyarakat se-Sumatera Utara, di rumah dinas Gubernur Gatot Pujo Nugroho, Medan, Sumut, Selasa sore (15/7).

Presiden kemudian menjelaskan perkembangan terkini serta diplomasi dan langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Sejak pekan lalu, ujar SBY, terjadi serangan militer Israel terhadap Gaza yang kita nilai melebihi batas kepatutan dan mengakibatkan korban jiwa yang sebagian besar tidak berdosa. "Maka, sejak hari itu kita kembali melakukan diplomasi proaktif dan aktif," SBY menjelaskan.


Menurut SBY, aksi-aksi kekerasan seperti itu tidak bisa dibiarkan, apalagi sekarang bulan Ramadan. Oleh karenanya, Indonesia memiliki sasaran diplomasi yang jelas dan tegas. Sasaran tersebut adalah, serangan militer harus dihentikan, kemudian dilanjutkan gencatan sejata, aksi balas membalas juga harus dicegah baik serangan udara maupun penembakan roket, dan pemberian bantuan kemanuaisan bagi warga Palestina.

Presiden SBY telah menugaskan Menlu Marty Natalegawa untuk secara aktif melakukan diplomasi di PBB, OKI, dan GNB. SBY sendiri telah berkomunikasi dengan Presiden Iran Hasan Rouhani sebagai Ketua GNB. "Saya diskusi panjang lebar dan sepakat bersama-sama melakukan sesuatu untuk menghentikan aksi kekerasan di Palestina," ujar SBY.

Inisiatif Indonesia untuk membawa persoalan ini ke PBB, OKI, dan GNB mendapat sambutan baik. Menurut SBY, persoalan ini jangan hanya ditangani oleh Liga Arab. "Ini menjadi persoalan dunia. Sebagai inisiator, karena bantuan kemanusiaan sangat penting, dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu saya putuskan kalau rakyat Indonesia ingin membantu saudara-saudaranya adalah bantuan kemanusiaan," Presiden menambahkan.

Indonesia sendiri telah menyalurkan 1 juta dolar AS sebagai bentuk bantuan kemanusiaan tersebut. Bantuan Indonesia disambut baik oleh OKI, dan OKI mengimbau para anggota untuk melakukan bantuan kongkret seperti Indonesia.

"Setelah berkomunikasi dengan Presiden Iran, sebenarnya saya meminta waktu hari ini untuk saya bisa berkomunikasi dengan Sekjen PBB dan Presiden Amerika Serikat," ujar SBY.

Inisiatif Indonesia untuk menengahi konflik bukan baru sekali ini. Sewaktu terjadi konflik Israel dan Lebanon beberapa tahun lalu, dan Dewan Keamanan PBB ataupun negara lain belum melakukan tindakan apapun, SBY mengusulkan OKI untuk melakukan pertemuan puncak di Kuala Lumpur. Di sana, Indonesia mengusulkan agar persoalan konflik tersebut dibawa ke PBB dan menyampaikan kesiapan Indonesia mengirim satu batalyon untuk menjaga perbatasan Israel-Lebanon. Setelah itu, OKI mendesak PBB untuk menggelar sidang dan mengupayakan gencatan senjata.

"Tadi setelah mendarat di Medan, saya dapat berita dari Menlu bahwa pemerintah Israel setuju untuk gencatan senjata. Hamas belum secara eksplisit mendukung gencatan senjata, tapi dikatakan juga melakukan langkah-langkah diplomasi," tandas SBY seperti dikutip dari presidenri.go.id. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya