Berita

rri

Politik

PILPRES 2014

Dirut RRI: Quick Count Kami Hanya Referensi, Hasil Pasti Adalah Real Count KPU

RABU, 16 JULI 2014 | 07:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Quick count atau hitungan cepat yang dilakukan Puslitbangdiklat Radio Republik Indonesia (RRI) pada Pilpres 2014 bebas dari pengaruh pihak luar, karena seluruh pembiayaan menggunakan anggaran Puslitbangdiklat LPP RRI.

Demikian penjelasan Direktur Utama RRI Niken Widiastuti sehubungan dengan pemberitaan di sejumlah media tentang quick count yang dilakukan RRI.

Penyelenggaraan quick count oleh Puslitbangdiklat RRI telah mendapat izin dari KPU melalui sertifikat KPU nomor 035/LS-LHC/KPU-RI/II/2014 yang ditandatangani oleh ketua KPU pada Februari 2014.


Niken menjelaskan, quick count yang dilakukan Puslitbangdiklat RRI pada pemilu legislatif memiliki tingkat keakurasian yang tinggi mendekati hasil penghitungan nyata oleh KPU, yakni di bawah toleransi kesalahan 1 persen. Kinerja quick count RRI tersebut telah diapresiasi oleh Komisi I DPR RI dan banyak pihak lainya.

Selain quick count, lanjut Niken, Puslibangdiklat RRI juga menyelenggarakan exit poll dan news feeding (berita dari TPS amatan). Bahkan, sebelum pemilu legislatif  9 April lalu Puslitbangdiklat RRI menyelenggarakan survei pra-pemilu untuk mengetahui persepsi publik terhadap pemilu dan persepsi publik terhadap siaran Pemilu RRI.

"Hasil quick count Puslitbangdiklat LPP RRI hanya digunakan sebagai referensi. Hasil yang pasti adalah hasil dari real count Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Niken seperti diberitakan rri.co.id, (Selasa, 16/7).

LPP RRI dalam rangka Pemilu 2014 menyelenggarakan program Radio Pemilu 2014, salah satunya adalah quick count. Penyelenggara quick count adalah Puslitbangdiklat RRI yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan survei, penelitian, pendidikan, pelatihan dan pengembangan peran LPP RRI. Quick count dengan metode multistage random sampling yang dilakukan Puslitbangdiklat RRI bertujuan untuk memberikan layanan informasi yang obyektif kepada publik didasarkan pada kaidah keilmuan dengan mengedepankan nilai-nilai netral dan independen, tanpa pretensi dan tanpa keberpihakan dengan capres-cawapres manapun. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya