. Quick count atau hitungan cepat yang dilakukan Puslitbangdiklat Radio Republik Indonesia (RRI) pada Pilpres 2014 bebas dari pengaruh pihak luar, karena seluruh pembiayaan menggunakan anggaran Puslitbangdiklat LPP RRI.
Demikian penjelasan Direktur Utama RRI Niken Widiastuti sehubungan dengan pemberitaan di sejumlah media tentang quick count yang dilakukan RRI.
Penyelenggaraan quick count oleh Puslitbangdiklat RRI telah mendapat izin dari KPU melalui sertifikat KPU nomor 035/LS-LHC/KPU-RI/II/2014 yang ditandatangani oleh ketua KPU pada Februari 2014.
Niken menjelaskan, quick count yang dilakukan Puslitbangdiklat RRI pada pemilu legislatif memiliki tingkat keakurasian yang tinggi mendekati hasil penghitungan nyata oleh KPU, yakni di bawah toleransi kesalahan 1 persen. Kinerja quick count RRI tersebut telah diapresiasi oleh Komisi I DPR RI dan banyak pihak lainya.
Selain quick count, lanjut Niken, Puslibangdiklat RRI juga menyelenggarakan exit poll dan news feeding (berita dari TPS amatan). Bahkan, sebelum pemilu legislatif 9 April lalu Puslitbangdiklat RRI menyelenggarakan survei pra-pemilu untuk mengetahui persepsi publik terhadap pemilu dan persepsi publik terhadap siaran Pemilu RRI.
"Hasil quick count Puslitbangdiklat LPP RRI hanya digunakan sebagai referensi. Hasil yang pasti adalah hasil dari real count Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Niken seperti diberitakan
rri.co.id, (Selasa, 16/7).
LPP RRI dalam rangka Pemilu 2014 menyelenggarakan program Radio Pemilu 2014, salah satunya adalah quick count. Penyelenggara quick count adalah Puslitbangdiklat RRI yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan survei, penelitian, pendidikan, pelatihan dan pengembangan peran LPP RRI. Quick count dengan metode
multistage random sampling yang dilakukan Puslitbangdiklat RRI bertujuan untuk memberikan layanan informasi yang obyektif kepada publik didasarkan pada kaidah keilmuan dengan mengedepankan nilai-nilai netral dan independen, tanpa pretensi dan tanpa keberpihakan dengan capres-cawapres manapun.
[rus]