Berita

Ratusan Santri di Tasikmalaya Tekan KFC dan McD Tutup Selama Tiga Hari

SELASA, 15 JULI 2014 | 16:48 WIB | LAPORAN:

Ratusan santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, menggelar demo mengecam aksi brutal Israel terhadap Palestina, Selasa (15/7).

Massa bergerak ke Mayasari Plaza Jalan Veteran Kota Tasikmalaya, Jawa Barat untuk mendatangi dan meminta restoran makan siap saji KFC menandatangani nota kesepakatan, yang salah satu isinya adalah tidak melakukan aktivitas jual-beli selama tiga hari.

Perwakilan santri diterima oleh pihak manajemen KFC yang akhirnya menandatangani nota kesepakatan tersebut. Tapi sebelumnya terjadi insiden pemecahan kaca gerai KFC. Insiden tersebut membuat para pengunjung Mayasari Plaza panik dan berhamburan keluar.


Selanjutnya, massa bergerak menuju McD di Jalan KHZ. Mustofa, ratusan santri memaksa jalan utama ke pusat pertokoan tersebut macet total. Dikarenakan massa duduk memenuhi badan jalan untuk menunggu negoisasi perwakilan santri dengan manajemen McD.

Aksi sempat memanas karena pihak manajemen McD tidak mau menandatangani nota kesepakatan. Massa memaksa dan mengancam akan menyegel paksa. Akhirnya pihak McD menyetujui tuntutan itu.

Dibawah guyuran hujan, massa melanjutkan aksinya ke pertokoan terbesar di Priangan Timur, Asia Plaza. Disana massa kembali mendatangi restoran yang diklaim milik Amerika.

"Ini bentuk solidaritas kami terhadap jatuhnya korban muslim di Palestina oleh Israel. Kami minta toko asal Amerika ini tutup selama tiga hari," terang salah satu koordinator aksi, Ustad Didi.

Jika tuntutan pendemo tidak direalisasikan, kata Ustad Didi, pihaknya akan mendatangkan massa lebih banyak lagi.

"Kami hanya menunjukkan kepedulian terhadap Palestina," tandas Daliah.

Dengan pengawalan petugas kepolisian, akhirnya massa membubarkan diri.[wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya