Berita

ilustrasi/net

ARI Minta KPU Hapus Lembaga Survei yang Tak Lagi Independen

SELASA, 15 JULI 2014 | 15:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlihat lembek dan tak mau menindak tegas lembaga survei yang melakukan quick count. Padahal quick count saat ini benar-benar sudah meresahkan masyarakat karena lembaga survei pun sudah tidak independen lagi.

"Kami meminta KPU menghapus lembaga survei karena sudah terang-terangan memihak kepada kedua kandidat capres-cawapres," kata Koordiantor Aksi Aliansi Rakyat Indonesia (ARI), Tubagus Fahmi, dalam aksinya di depan gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat (Selasa, 15/7).

Menurut Tubagus, KPU harusnya hati-hati dalam menjaga nilai-nilai Demokrasi Indonesia. Ini perlu dilakukan agar konidisi aman dan damai tercipta tanpa harus ada hasil quick count dari para lembaga survei. Tak hanya itu, ARI juga menuntut keras KPU untuk bersikap netral dan tidak memihak kepada capres-cawapres manapun.


"Kita juga menuntut kepada lembaga survei jika tidak indenpedent baiknya dibubarkan saja. Karena akan memepericuh saja, dan mengklaim dirinya paling benar melibihi tuhan," tegasnya.

ARI adalah organisasi yang tergabung dari beberapa universitas seperti Universitas Terbuka, Universitas Az-Zahra, dan Universitas Bung Karno. ARI pun berharap KPU melakukan rekapitulasi suara secara transparan.

"Kita meminta agar KPU, tidak percaya kepada lembaga survei, kita sebagai pemuda bersikap netral. Jangan sampai KPU terintimidasi," demikian Tubagus. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya