Berita

ray rangkuti/net

Politik

Koalisi Merah Putih Rawan Pecah

SELASA, 15 JULI 2014 | 14:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Penandatanganan parmeanen Koalisi Merah Outih merupakan langkah bagus untuk memulai tradisi koalisi partai politik yang bersifat jangka panjang. Namun, tanpa terlebih dahulu mengubah desain sistem kepartaian dan format pemilu di Indonesia, koalisi parlemen itu hanya akan bagus di atas kertas, atau hanya sekadar menjadi pemanis politik, bukan menjadi substansi sistem kepartaian.

"Koalisi yang hanya diatur oleh internal mereka rawan pecah. Bahkan jika hanya menyebut target-target makro seperti memertahankan Pancasila, UUD 1945 dan sejenisnya," kata pengamat politik Ray Rangkuti di Jakarta, Selasa (15/7).

Karena target makro, pada hakikatnya sama saja hanya memertemukan apa yang telah dipastikan harus bertemu. Sementara yang jadi masalah, bangunan koalisi di Indonesia jika menyentuh isu-isu turunan, format fraksi di DPR, serta mekanisme penentuan calon presiden dan calon wakil presiden, seringkali menjadi sumber keretakan.


"Apakah misalnya koalisi akan memilih bersikap diam atas kasus lumpur Lapindo, penyelesaian kasus Bank Century, mengembalikan UUD kepada UUD 45 tanpa amandemen? Demikian juga dalam menghadapi isu-isu kenegaraan di masa depan," kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia ini.

Di wilayah itu saja, menurut Ray, terdapat perbedaan mencolok di antara tujuh parpol anggota Koalisi Merah Putih. Karena itu jika hanya bertemu pada isu-isu besar, koalisi menurutnya sudah pasti akan terjadi. Bahkan partai wajib bersama-sama berkoalisi untuk isu-isu besar. Sebab koalisi atas dasar yang sudah ditetapkan konstitusi, sifatnya menjadi wajib bagi semua parpol.

"Tantangan terbesar (koalisi) partai ini adalah mekanisme menentukan capres mereka pada pilpres berikutnya. Jika Koalisi Merah Putih tak berbicara sedetail ini, dapat disebut koalisi hanya reaksi sesaat," terang Ray seperti dikutip dari JPNN.

Artinya, dibentuk berdasarkan kepentingn untuk mengikat parpol agar tak 'lari' sendiri-sendiri mencari teman koalisi. Apalagi santer terdengar, partai Golkar dan Partai Demokrat, kata Ray, mulai melirik teman partai lain. Maka, dengan adanya penandatanganan Koalisi Permanen Merah Putih, maka Gerindra, PAN dan PKS tidak akan ditinggal sendiri.

"Jadi saya menilai ketiga partai ini melangkah cepat untuk mengikat Golkar, PPP dan PD yang memang terlihat gagap menghadapi perkembangan politik. Tapi selama koalisi tak diupayakan untuk diikat secara konstitusional, seperti mengikatnya ke KPU, nasib koalisi nampaknya akan berumur pendek dan tentu saja tak parmanen," demikian Ray. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya