Berita

Surahman Hidayat/net

Dunia

Dua Cara Membantu Rakyat Palestina

Pemerintah Diminta Lebih Tegas kepada Israel
SELASA, 15 JULI 2014 | 12:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sudah hampir seminggu Israel membombardir Jalur Gaza Palestina. Sedikitnya lebih dari 180 warga Palestina gugur dan ratusan lainnya terluka. Sebagian besar merupakan warga sipil terdiri dari anak-anak dan perempuan.

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Surahman Hidayat meminta pemerintah Indonesia untuk memberikan respon yang lebih tegas terhadap Israel.

"Kami meminta Pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri untuk memberikan respon yang lebih keras terhadap Israel. Tidak sekadar mengecam dan meminta DK Keamanan PBB agar Israel menghentikan serangan kejam tersebut," tegas Surahman seperti dikutip dari dpr.go.id, Selasa (15/7).


Politisi dari Fraksi PKS ini menegaskan, sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Pemerintah Indonesia dapat menginisiasi negara-negara Muslim lainnya untuk bersama-sama menyeret Israel ke Mahkamah Internasional atas aksi genosida akhir-akhir ini di Jalur Gaza. "Saya kira jika kebijakan ini yang akan diambil pemerintah, DPR akan mendukung penuh," tegasnya.

Terkait peran apa yang dapat dilakukan oleh parlemen terhadap tragedi yang saat ini tengah menimpa Jalur Gaza, Surahman memaparkan, DPR RI melalui BKSAP selalu konsisten untuk terus memberikan dukungan atas terwujudnya kemerdekaan Palestina. Sikap itu ditunjukkan dalam forum-forum parlemen, baik itu regional seperti APPF (Asia Pacific Parliamentary Forum) maupun internasional seperti dalam IPU (Inter-Parliamentary Union), atau PUIC (Parliamentary Union of the OIC Member States).

Bahkan pada Konferensi PUIC ke-9 di Palembang tahun Januari 2012, Delegasi DPR RI berhasil memasukkan klausul untuk melakukan kunjungan ke Jalur Gaza oleh pimpinan parlemen anggota-anggota PUIC. "Kami bersama Ketua DPR dan Grup Kerja Sama Parlemen Indonesia-Palestina pada 5 Desember 2012 berhasil berkunjung ke Gaza sebagai kunjungan pendahuluan dari rencana implementasi dari keputusan Konferensi PUIC di Palembang tersebut," ungkap dia.

Dikemukakannya, jauh sebelum usulan PUIC, Ketua DPR RI dan Ketua BKSAP telah melakukan kunjungan ke Jalur Gaza pada tahun 2010 dimana situasi Gaza ketika itu persis seperti saat ini. "Inilah bentuk solidaritas DPR yang belum pernah dilakukan oleh pemerintah," tandas Suharman.

Terkait apa yang dapat dilakukan untuk membantu rakyat Gaza saat ini, Surahman berpandangan ada dua cara yaitu, jalur bantuan kemanusiaan dan jalur politik. Pemerintah, DPR, dan LSM-LSM dapat bersinergi untuk memobilisasi penggalangan bantuan kemanusiaan secara massif untuk rakyat Gaza. Sementara secara politik, DPR dan Pemerintah dapat melakukan isolasi Israel dalam pergaulan internasional dalam banyak hal seperti dilakukan oleh beberapa negara Uni Eropa, seperti seruan penerapan kebijakan pemboikotan produk-produk Israel atau produk-produk yang diketahui mendukung penjajahan Israel atas bangsa Palestina.   

Sementara isolasi Israel pada forum parlemen, tambah Surahman, DPR dapat meminta kepada Inter-Parliamentary Union atau IPU agar mempertimbangkan kembali keanggotaan Parlemen Israel. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya