Berita

EE Mangindaan

Wawancara

WAWANCARA

EE Mangindaan: Hindari Kecelakaan, Pengguna Motor Bakal Dialihkan Ke Bus

SELASA, 15 JULI 2014 | 09:22 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah strategi untuk menyukseskan angkutan lebaran tahun 2014.

“Sudah siap semuanya. Dari data terakhir, semua angkutan sudah terisi penuh. Saya akan memantau pengoperasian di lapangan dan membuka posko pengaduan (pelayanan),” ujar Menteri Perhubungan EE Manggindaan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Mangindaan, program angkutan lebaran disiapkan sejak  Febuari 2014. Semua  angkutan mudik lebaran sudah siap dioperasikan dan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang.


Untuk meminimalisasi angka kecelakaan, lanjutnya, Kemenhub mengalihkan para pengguna kendaraan roda dua menggunakan bus. “Sepeda motor kami angkut dengan truk, orangnya kami naik bus. Mereka menyetujui model itu, karena truk yang kami bawa melewati kampung mereka,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Menurut penghitungan Kemenhub, berapa jumlah pemudik tahun ini?
Kami mencatat ada kenaikan pada jumlah pemudik sebesar 3,83 persen, yakni dari 18.587.668 penumpang menjadi 19.299.144 penumpang. Mayoritas pemudik itu menggunakan kendaraan pribadi, baik roda empat maupun roda dua.

Mobil diprediksi naik  5.61 persen, dari 1.694.326 kendaraan menjadi 1.789.358 kendaraan. Selain itu, penggunaan sepeda motor diprediksi naik 4 persen dari 2.273.615 kendaraan menjadi 2.371.378 kendaraan.
 
Tahun lalu sebagian besar pemudik yang kehabisan tiket memilih mudik menggunakan sepeda motor,  tahun ini bagaimana?
Pemudik bersepeda motor memang jadi perhatian kami. Makanya, saya menginstruksikan agar sepeda motor bisa diangkut. Tahun lalu, angkutannya lebih banyak via kapal. Tahun ini, sepeda motor diangkut juga dengan kereta api dan truk.
 
Apa pengalihan sepeda motor efektif mengurangi angka kecelakaan?
Berdasarkan evaluasi tahun lalu, upaya tersebut sangat efektif dalam mengurangi angka kecelakaan. Makanya langkah ini kami teruskan, bahkan ditingkatkan.
 
Untuk jalur darat, ruas jalan mana saja yang diprediksi mengalami kemacetan?
Dari data yang dihimpun, kemacetan masih terjadi di titik-titik lama. Misalnya, ruas Cikampek simpang Cikopo, Gadok sampai puncak, Rancang Ekek-Gentong, Simpang Jomin, pertemuan Ciasem. Selain itu keberadaan pasar tumpah, SPBU, perlintasan sebidang kereta api juga menjadi penyebab kemacetan.
 
Tiket kereta api untuk semua jurusan habis terjual,  apa langkah Kemenhub mengantisipasi lonjakan penumpang?
Semua kami antisipasi. Tiket tambahan sebanyak 32 rangkaian kereta api pun sudah terjual habis. Namun, kami masih menyiapkan sejumlah rangkaian.
 
Kemenhub mengajukan penambahan dua rangkaian kereta api, dan sudah disetujui. Tinggal jalan saja.
 
Bagaimana persiapan armada udara?
Untuk mengatasi banyaknya pemudik yang naik pesawat, kami menyiapkan ekstra flight. Setiap harinya akan ada 62 penerbangan tambahan yang akan mengangkut pemudik menuju ke kampung halaman. Tambahan pesawat itu berlaku mulai 21 Juli sampai 7 Agustus 2014.

Kami bekerja sama dengan beberapa maskapai penerbangan untuk membantu penerbangan tambahan. Di antaranya, Lion Air, Sriwijaya Air, Indonesia Air Asia, Garuda Indonesia Airlines, dan Nam Air. Mengenai jam penerbangan pesawat tambahan itu, kami serahkan pada bandara masing-masing.
 
Antisipasi soal lonjakan harga tiket, bagaimana?
Hal itu telah kami antisipasi. Kalau ada yang menaikkan harga tiket melebihi batas atas, silakan laporkan ke kami. Kemenhub membuka posko pengaduan lewat telepon, faks dan email.

Tahun lalu, sejumlah armada yang menaikkan harga melebihi batas atas, kami beri sanksi tegas. Bahkan, ada yang kami larang beroperasi selama  seminggu. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya