Berita

Jenderal Moeldoko

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Moeldoko: Saya Kumpulkan Mahasiswa Agar Tak Gegabah Turun Ke Jalan

SENIN, 14 JULI 2014 | 10:54 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah menyiagakan pasukan dengan kemampuan terbaik untuk mengantisipasi kerusuhan pasca Pilpres.

“TNI juga memberikan sosialisasi dan informasi semaksimal mungkin mengenai Pilpres kepada seluruh masyarakat,’’ kata Moeldoko kepada Rakyat Merdeka, di Istana Negara, Jumat (11/7).

“Tujuannya agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum tentu kebenarannya. Masyarakat harus memahani informasi yang akurat agar tidak menimbulkan kegaduhan,” tambah Moeldoko.


Berikut kutipan selengkapnya:

Pilpres berjalan aman, tanggapan Anda?
Ini merupakan hal yang bagus dari sisi kedewasaan berpolitik. Kesadaran masyarakat juga sudah tinggi sehingga tidak ingin ribut. Ini sudah luar biasa jika dibandingkan dengan negara lain yang masyarakatnya tidak menerima kekalahan.

Di Indonesia masyarakatnya bisa menghargai perbedaan yang ada di sekitarnya. Termasuk berbeda pilihan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres).

Bukankah ini keberhasilan TNI dan Polri menjaga keamanan?
Tidak hanya TNI dan Polri yang sudah bekerja keras untuk mengamankan jalannya pilpres. Tapi ada juga peran dan partisipasi dari masyarakat yang telah menjaga keamanan di sekitarnya. Ini keberhasilan bersama dengan pihak-pihak yang terkait dengan pilpres.

Semua pihak sudah bekerja keras mengerahkan kemampuannya masing-masing.

Apa langkah antisipasi terjadinya kerusuhan mengingat kedua pasangan capres saling klaim kemenangan?

Secara internal kami menyiapkan pasukan yang sudah mempunyai kemampuan dengan baik. Sedangkan dari eksternal, kami memberikan sosialisasi dan informasi yang semaksimal mungkin kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh kabar atau info yang belum tentu kebenarannya.

Masyarakat juga harus lebih memahami kalau terjadi sesuatu akan merugikan diri sendiri.

Apa TNI mencium adanya potensi kerusuhan?

Potensi kerusuhan pasti ada. Namun kemunculannya masih bisa diantisipasi dengan memperketat keamanan dan memberikan sosialisasi kepada berbagai lapisan masyarakat.

Kapan TNI akan melakukan sosialisasi?
Mulai hari ini (Jumat lalu). Saya akan mengumpulkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia agar mereka bisa menyikapi situasi dengan baik. Supaya mereka tidak dengan gegabah turun ke jalan dan menggelar aksi massa. Saya meminta agar tidak mudah diintimidasi oleh pihak-pihak yang mungkin menginginkan adanya kerusuhan.

Personel TNI tetap siaga?
Personel TNI di seluruh Indonesia tetap siaga. Kami siap mengawal sampai proses pergantian pemerintahan. Meskipun dalam kategori aman, pasukan di lapangan tidak boleh lengah. Tetap menjalannya tugasnya dengan baik.

Bagaimana dengan netralitas TNI?
Sudah bagus. Selama pileg dan pilpres tidak ada masalah dengan netralitas TNI.

Tidak ada laporan yang menyatakan bahwa ada anggota yang terlibat. Semua prajurit sudah memahami instruksi untuk netral. Jika ada yang melanggar pasti kami tindak. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya