Berita

gpii

Jihad Politik GPII Mau Selamatkan Pilpres dari Tindakan Provokasi

SENIN, 14 JULI 2014 | 22:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.  Semua pihak, terutama rakyat pendukung capres dan cawapres, harus menunggu pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pemenang Pilpres pada 22 Juli mendatang.

"Para kandidat beserta pendukungnya untuk dapat menghormati atas kesepakatan bersama penyelanggaraan pemilu yang aman, jujur, adil dan damai sebagaimana yang tertuang dalam Deklarasi Bersama pada tanggal 3 Juni 2014 di Jakarta," kata Sekjen Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Khairudin Rumalutur, beberapa saat lalu (Senin, 14/7).

GPII pun mengingatkan dan mengajak kepada semua para pendukung baik kandidat calon presiden untuk tidak melakukan hal-hal yang mengarah pada tindakan provokatif terhadap rakyat Indonesia berada yang mengarah pada terganggunya kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagaimanapun, keselamatan rakyat itu adalah  hukum tertinggi suatu negara, atau solus populi suprema lex esto.


"GPII mau memperkuat netralitas KPU, Bawaslu, dalam proses rekapitulasi penghitungan suara sebagai bagian dari tahapan pemilu dalam menghasilkan keputusannya," kata Khairudin Rumalutur.

Khairudin juga meminta TNI dan Polri untuk tetap netral. TNI dan Polri juga harus menindak tegas setiap upaya tindakan yang mengarah kepada provokasi yang berpotensi tergagnggunya kehidupan masyarakat.

GPII juga mengimbau kepada Rakyat untuk bersikap tenang dan tetap menjaga persatuan serta menjaga suasana damai yang harmoni.

"Mengundang dan mengajak siapapun untuk bergabung dalam posko  selamatkan pilres 2014 yang bertempat  di Menteng Raya 58 Jakarta Pusat,  bersama kita wujudkan demokrasi yang berkualitas aman jujur dan adil demi indonesia yang bermartabat," tandasnya. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya