Berita

aburizal bakrie/net

Aburizal Bakrie Lebih Baik Fokus Dulu Urus Golkar

SENIN, 14 JULI 2014 | 16:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tanpa momentum pemilihan presiden (pilpres) pun, Partai Golkar selalu menyimpan bara dalam sekam. Selalu ada benih-benih perseteruan dari dalam. Dan rata-rata perseteruan itu bermula dari kepentingan.

Bara ini kian panas setelah pemilihan legislatif dan pemilihan presiden (pilpres). Kegagalan Aburizal Bakrie untuk memenangkan pemilihan legislatif yang lalu muncul lagi sebagai bahan bakar perseteruan. Kegagalan itu membuat Golkar untuk pertama kalinya dalam sejarah politik Indonesia tidak bisa mengusung calon presiden sendiri.

Bahan bakar lain adalah keputusan Aburizal mendukung Prabowo Subianto. Keputusan ini dinilai sebagai kekeliruan besar. Apalagi banyak politisi Golkar yang mendukung Joko Widodo merasa yakin bahwa Pilpres 2014 akan dimenangkan Jokowi.


Maka tak heran, pilpres kali ini menyisakan persoalan di internal Golkar. Manuver demi manuver dilancarkan untuk menggoyang kepemipinan Aburizal Bakrie. Bahkan manuver itu dilakukan oleh para tokoh senior Golkar.

Di antara tokoh senior Golkar itu misalnya Suhardiman, Ginandjar Kartasasmita, Fahmi Idris, Andi Matalatta, dan Zainal Bintang. Bahkan, menurut rencana para tokoh Golkar ini akan menggelar pertemuan untuk meminta pertanggungjawaban Aburizal.

Di luar itu, mereka juga akan minta agar Musyawarah Nasional (Munas) Golkar dipercepat menjadi Oktober 2014. Menurut amanat Munas Golkar 2009, Munas berikutnya seharusnya baru digelar pada 2015.

Dengan kondisi ini, ada sementara kalangan yang menilai sudah selayaknya Aburizal Bakrie fokus dulu mengkondisikan kembali keadaan Golkar. Persoalan ini lebih penting misalnya daripada terus menerus tampil bersama Prabowo. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya