Berita

ilustrasi/ent

Peralatan Navigasi Bandara Sulit Dibenahi Bila Dugaan Korupsi Terus Dibiarkan

SENIN, 14 JULI 2014 | 11:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk menjaga keselamatan penumpang, khususnya pemudik Lebaran, sistem peralatan navigasi di setiap bandara harus dipersiapkan semaksimal mungkin. Pasalnya, sistem navigasi di bandara sangat tidak layak pakai untuk mendeteksi penerbangan yang sangat padat.

Saat ini, sekitar 60 persen peralatan tersebut kondisinya sangat memprihatinkan sudah melewati batas waktu. Apalagi  keberadaan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi dan Penerbangan Indonesia (LPPNPI) yang sejatinya mengatasi persoalan navigasi justru dililit skandal korupsi yang dilakukan para pejabat di lembaga tersebut.

"Bagaimana mungkin LPPNPI mampu melaksanakan tugas dan fungsinya bila lembaga tersebut justru terindikasi korupsi. Salah satu buktinya korupsi dan KKN yang terjadi di LPPNPI yang sangat kronis dan mengkhawatirkan karena lembaga itu tak mampu melaksanakan fungsinya, padahal usianya baru seumur jagung," kata Direktur Utama Lembaga Pemantau Pengawasan Pengelolaan Keuangan Negara (LP3KN), Jonathan, beberapa saat lalu (Senin, 14/7).


Menurut Jonathan, terjadi pembiaran terhadap korupsi dan KKN di Perum LPPNPI yang sampai saat ini belum tersentuh. Seyogyanya, kementerian perhubungan dan Meneg BUMN juga fokus mengawasi dan mengontrol sistim navigasi bandara yang tidak menjalankan fungsinya dengan benar oleh karena ada pertikaian diantara direksi yang sampai sekarang belum terselesaikan.

Persoalannya, Ichwanul Idrus selaku Dirut LPPNPI tak mampu melaksanakan tugas dan fungsinya, padahal beliau mantan Direktur Navigasi Kementerian Perhubungan. "Kan lucu kalau beliau sendiri tidak memahami peralatan navigasi bandara," tegas dia.

Jonathan juga mencontohkan beberapa kejadian hampir menyebabkan kecelakaan pesawat udara yang fatal, yakni pada November tahun lalu  di atas udara bandara Adisucipto antara pesawat Batik Air nyaris tabrakan dengan pesawat Air Asia. Hal itu disebabkan peralatan navigasi di bandara tersebut sudah tidak laik pakai, tak mampu melayani penerbangan yang sangat padat karena peralatan yang ada tertinggal jauh dibandingkan bandara lain di Asia.

Jonathan menambahkan, selama menjabat Direktur Utama, Ichwanul melakukan sistim pengendalian manajemen secara KKN, misalnya pengangkatan pejabat keuangan adalah mantan pejabat teknik Merpati dan pengangkatannya bukan berdasarkan kualifikasi keilmuan. Bahkan, banyak pejabat yang menduduki posisi strategis berasal dari Merpati termasuk Senior Manger ATFM itupun diduga adik kandung Ichwanul, belum lagi utang Merpati sekitar Rp 4 miliar di Perum LPPNPI sengaja  diputihkan tanpa persetujuan Menteri Keuangan dan kementrian lainnya.

"Yang lebih mengkhawatirkan lagi pejabat satuan pengawas internal yang menjadi motor penggerak pengawasan perum LPPNPI dijabat orang kepercayaan Ichwanul Idrus yang merupakan mantan karyawan API2, padahal yang bersangkutan sudah dua kali grounded," demikian Jonathan. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya