Berita

imam nahrawi/net

PKB Gelar Istighosah dan Qunut Nazilah untuk Kawal Suara Jokowi

SENIN, 14 JULI 2014 | 10:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selain mengawal suara hasil Pilpres 2014, ada cara lain yang dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengatisipasi kecurangan. Cara itu adalah menggelar doa bersama agar kemenangan Jokowi-JK tetap terjaga.

Dalam hal ini, PKB sudah mengirim surat perintah kepada semua pengurus hingga level ranting untuk membantu mengawal suara rakyat. PKB juga menginstruksikan dewan syuro PKB tingkat ranting (desa) seluruh Indonesia untuk menggelar istighosah dan pembacaan qunut nazilah untuk kemenangan Jokowi-JK.

Menurut Sekjen DPP PKB, Imam Nahrawi, pengawalan suara mandat rakyat hasil pilpres harus dilakukan secara serius oleh semua pihak, termasuk KPU dan Bawaslu. Sebab, jika tidak, masa depan demokrasi akan menjadi suram dan terancam akibat ulah penjahat demokrasi yang ingin mengingkari amanat rakyat.


Khusus untuk pendukung Pasangan Jokowi-JK, dari semua partai, dan juga relawan, lanjut Imam beberapa saat lalu (Senin, 14/7), harus mau bersusah payah untuk mengawal suara di masing-masing level. Ini penting agar tidak ada peluang kecurangan.

"Apalagi dari hasil quick count lembaga survei yang kredibel, pasangan nomor urut 2 ini menang dengan selisih rata-rata 5 persen. Kita harus bantu KPU dan bawaslu untuk mengawal agar suara kita tidak hilang di tengah jalan," ungkap Imam.

Menurut anggota DPR ini, meskipun usaha lahir terus harus dilakukan, namun usaha batin dengan meminta pertolongan Allah agar Indonesia diselamatkan dari kecurangan dan pengkhianatan amanat rakyat juga sangat penting dilakukan. Oleh karena itulah, PKB menginstruksikan kepada semua kader dengan diinisiasi oleh pengurus dewan syuro masing-masing tingkatan untuk mengelar doa untuk kemenanngan Jokowi-JK. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya