Berita

bill clinton/net

Ini Peran Bill Clinton dalam Proses Politik di Indonesia

SENIN, 14 JULI 2014 | 08:10 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kedatangan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton ke Indonesia bersamaan dengan momentum pengumuman hasil pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menuai pro dan kontra, bahkan spekulasi.

Ada yang menilai kedatangan Bill Clinton ini bisa mempengaruhi hasil pilpres. Ada juga yang menilai kunjungan ini biasa, hanya waktunya saja yang bersamaan.

Tekait hal ini, aktivis pergerakan yang juga menjadi tokoh oposisi di era Soehato, Sri Bintang Pamungkas, punya catatan sendiri. Baginya, kedatangan Clinton itu memang terkait erat dengan Pilpres. Bahkan bisa dikatakan, tujuan utama Clinton datang ke Indonesia memang terkait dengan Pilpres.


Menurut Bintang, Clinton punya hubungan baik dengan orang-orang yang ada di Indonesia. Mereka adalah Harry Tjan Silalahi, yang merupakan salah seorang pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Clinton juga dekat dengan James Riady, pemilik Lippo Group.

"Trio Bill Clinton, Hari Tjan dan James Riady berhasil menjatuhkan Soeharto pada Mei 1998," kata Sri Bintang dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 14/7).

Setelah menjatuhkan Soeharto, lanjut Bintang, Trio ini terus bergerak untuk merekayasa kasus bantuan likuiditas bank Indonesia (BLBI). Selain membuat rekayasa terjadi krisis moneter, Trio ini juga berada di balik lepasnya Timor-Timur dari Indonesia dan berada di balik jatuhnya Presiden Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid. Trio ini pun bergerak dalam upaya melakukan amandemen UUD 1945 sehingga sangat liberal.

Menurut Bintang, posisi Clinton sempat digantikan oleh George Bush. Dan Bush inilah yang memaksakan agar ada UU Terorisme disahkan. Sementara itu, posisi Harry Tjan di CSIS juga sudah mulai digantikan oleh Jusuf Wanandi

"Bush, Jusuf Wanandi CSIS, dan James Riady berhasil menjatuhkan Megawati, dan menjadikan SBY sebagai presiden," ungkap Bintang, yang juga mantan Ketua Umum Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI), partai yang berdiri ketika rezim Orba berkusa.

"Kini, Barack Obama minta tolong ke Clinton untuk datang ke Jakarta dan bantu CSIS serta Lippo untuk dukung Joko-Kalla dalam Pilpres 2014," demikian Bintang. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya