Berita

ilustrasi/net

Dunia

Di Qatar, Makanan Sisa Dibagikan ke Kaum Dhuafa Saat Sahur

SABTU, 12 JULI 2014 | 13:03 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Di Qatar, terdapat banyak sisa-sisa makanan yang terbuang atau mubadzir selama bulan Ramadhan. Statistik resmi mengenai pemborosan makanan selama Ramadhan memang tidak ada, tapi sebuah lembaga advokasi yang menekankan perlunya lingkungan bersih dan hijau di Timur Tengah, EcoMena, melaporkan bahwa hampir setengah dari makanan yang disiapkan selama Ramadan di Qatar akan berpindah ke tempat sampah begitu saja.

Media nasional, The Peninsula Qatar, juga melaporkan bahwa beberapa pihak hotel dan restoran terpaksa membuang sejumlah besar sisa makanan untuk berbuka puasa dan sahur. Pengunjung cenderung memesan lebih banyak makanan yang melebihi kemampuan makan mereka.

"Kami membuka restoran pukul 18:00, orang-orang menyerbu masuk dan mengisi piring mereka dengan makanan yang banyak. Tapi mereka makan sedikit dan kemudian meninggalkan sisanya. Kami bahkan tidak bisa memberikan makanan sisa tersebut kepada siapapun. Hal ini sangat menyedihkan jika setiap hari kami membuang begitu banyak makanan," kata seorang manajer di sebuah restoran ternama di Qatar.


Hal ini menggugah sebuah layanan kemanusiaan Sheikh Eid Charity Association untuk terlibat dalam mengumpulkan sisa makanan dari prasmanan mewah selama bulan Ramadhan. Hal ini dalam upaya meminimalkan pemborosan makanan dan bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

Direktur Sheikh Eid Charity Association, Mohamed Hassan Al Ibrahim menjelaskan bahwa makanan yang dipersiapkan secara prasmanan atau perjamuan besar di restoran dan lebih dari setengahnya tidak dikonsumsi, akan dikemas ulang dan dibagikan kepada pekerja berpenghasilan rendah pada saat sahur.

Biasanya, makanan didistribusikan kepada keluarga miskin di daerah Abu Hamour, di Masjid Agung Imam Muhammad Ibnu Abdul Wahhab, dan pekerja yang tinggal di Kawasan Industri.

Sheikh Eid Charity Association biasa mendistribusikan minimal 1.000 paket makanan setiap malam selama bulan Ramadhan. Tujuan dari proyek ini adalah untuk mendapatkan rahmat dari Allah dan mencegah pemborosan makanan. Al Ibrahim mengatakan, berdosa jika harus membuang makanan yang sebetuknya masih baik untuk dikonsumsi.

"Lebih baik ditawarkan kepada orang miskin dan yang membutuhkan, tak peduli ras atau agama mereka. Jika tidak ada orang miskin, ya diberikan kepada hewan," ujar Al Ibrahim. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya