Berita

ilustrasi/net

Kubu Jokowi-JK Sesalkan Pernyataan Sekjen Gerindra

JUMAT, 11 JULI 2014 | 13:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani yang menyebutkan bahwa perdebatan soal quick count saat ini bisa bercermin pada Pilpres 2004 sangat disesalkan.

Pada Pilpres 2004, kata Muzani, Megawati-Hasyim mengklaim menang dengan hasil quick count. Sementara SBY-JK yang mengklaim kemenangan lewat real count akhirnya yang benar-benar menang Pilpres.

"Pernyataan itu seharusnya tidak perlu dikeluarkan oleh seorang Sekretaris Jendral dan anggota DPR RI. Dalam situasi seperti ini sebaiknya semua pihak menjaga suasana kondusif dan ikut mengawasi rekapitulasi hasil penghitungan suara," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Jumat, 11/7).


Hasto menduga upaya Muzani tersebut untuk membangun persepsi bahwa segala sesuatunya bisa berubah. Padahal Muzani juga harus paham bahwa bila rakyat sudah berdaulat dan menentukan pilihannya, sebaiknya dihormati pilihan rakyat.

"Pernyataan Muzani itu seolah mengisyaratkan masih adanya hal-hal khusus yang akan dijalankan, yang seolah ingin mengubah hasil quick count yang dilakukan oleh lembaga kredibel," kata Wakil Sekjen PDI Perjuangan itu.

Hasto pun mendesak agar sebaiknya Ahmad Muzani mendorong agar lembaga survei yang hasil hitungan cepat yang mengunggulkan Prabowo-Hatta untuk bersedia di auditdan membuka datanya.

"Kalau Muzani berani datang dengan JSI, Puskaptis, LSN, dan IRC dengan membawa data-data dari TPS mana saja quick count tersebut diambil, serta metodologinya  maka itu baru sikap seorang Sekretaris Jendral Partai," demikian Hasto. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya