Berita

gedung istana/net

Politik

Kabinet Presiden Mendatang Harus Berorientasi Kepulauan

JUMAT, 11 JULI 2014 | 09:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden terpilih nanti diingatkan dalam menyusun kabinet harus berorientasi kepada kepentingan rakyat.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah (Al Washliyah), Dr. Yusnar Yusuf kepada redaksi di Jakarta, Jumat (11/7).

Tidak hanya itu, pemimpin baru Indonesia nanti juga harus mau melibatkan berbagai elemen dan unsur kedaerahan. Dan tidak kalah penting, dalam memilih pembantunya presiden juga harus berorientasi kepada statistik kepulauan.


"Dominasi etnik dan Ormas tertentu sudah waktunya dihindari," kata Yusnar.

"Utamakan musyawarah mufakat dengan melibatkan semua elemen bangsa," pinta Ketum PB Al Washliyah itu.

Sebelumnya, Yusnar berharap, presiden terpilih agar memiliki program yang berorientasi pada pembangunan pendidikan, dakwah dan amal sosial. Ketiga program itu dirasa masih sangat penting dalam membangun bangsa Indonesia."Presiden terpilih pun diharapkan mampu bersikap tegas dalam menyelesaikan masalah bangsa dan negara," kata Yusnar.

Selanjutnya, presiden baru juga diharapkan mampu menyokong program Ormas Islam. Menurutnya, Al Washliyah yang lahir pada 1930 belum merasakan keberpihakan presiden selama ini terhadap peran Ormas Islam. Padahal sejak berdiri hingga sekarang Al Washliyah selalu membantu program pemerintah dalam bidang pendidikan, dakwah dan amal sosial.

"Selama ini, khususnya Al Washliyah belum merasakan dukungan yang terprogram oleh presiden atau pemerintah," tegas Yusnar. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya