. Di antara sosok istri dan ibu paling ideal di muka bumi ini adalah Khadijah al Kubra. Khadijah adalah istri dari Nabi Muhammad SAW dan ibu dari Fathimah Al Zahra.
Khadijah sudah terkenal sejak remaja, sebagai pedagang ternama dan juga jujur. Kejujuran Khadijah dalam berdagang membuat ia dipercaya seluruh pebinis dan masyarakat di Hijaz. Pergaulan puteri Khuwailid ini di masyarakat juga tanpa cela.
Dalam berbisnis, Khadijah tidak semata-mata mau mengambil untung. Lebih dari itu, ia selalu berbagai pada sesama. Tak heran, ia dikenal sebagai ibu orang-orang miskin dan ibu dari anak-anak yatim.
Khadijah menikah dengan Muhammad, yang juga dikenal sebagai pedagang yang jujur. Saat itu nama Muhammad sudah harum sebagai Al Amien, atau orang yang terpercaya. Akhlak dan budi pekerti Muhammad yang membuat Khadijah terpikat.
Saat Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Khadijah berdiri paling depan membantu perjuangan Nabi Muhammad. Ia juga orang yang pertama masuk Islam setelah Nabi Muhammad menerima wahyu pertama dari Allah SWT. Ia mengorbakan jiwa raga dan juga harta demi syiar Islam.
Selama menikah dengan Khadijah, Rasulullah SAW tidak pernah menikah dengan wanita lain. Dan mengenai Khadijah, Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah, Khadijah adalah anugerah terbesar dari Allah untukku. Dia beriman kepadaku ketika semua orang mengingkariku dan dia membenarkanku ketika semua orang mendustakanku."
Khadijah wafat pada 10 Ramadhan pada tahun ke-10 dari kenabian Rasulullah SAW, atau tiga tahun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Ketika Khadijah wafat, usia Rasulullah SAW adalah 50 tahun.
Wafatnya Khadijah ini juga terjadi tidak lama setelah paman Nabi, Abu Thalib, meninggal dunia. Sebagaimana Khadijah, Abu Thalib adalah pembela Nabi Muhammad paling tangguh selama di Mekkah.
Maka tahun meninggalnya Khadijah dan Abu Thalib pun dikenal sebagai tahun duka, atau
'aam al huzni. [ysa]