Berita

ilustrasi/net

Pilpres Menyisakan Pergolakan di Tubuh Golkar

KAMIS, 10 JULI 2014 | 07:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemenang pemilihan presiden (Pilpres) 2014 akan diputuskan, ditetapkan dan diumumkan pada 22 Juli mendatang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Di luar kompetisi pilpres yang sudah usai, dan kini tinggal menunggu pengumuman KPU itu, beberapa partai malah mulai bergolak dan memanas. Di antara partai yang kini dikabarkan sedang memanas itu adalah Partai Golkar.

Kini, muncul gerakan untuk mempercepat Musyawarah Nasional (Munas) agar digelar pada Otober 2014, dan segera menggeser Aburizal Bakrie dari kursi ketua umum. Sementara amanat Munas Golkar yang digelar pada 2009 lalu, memang memberi waktu jabatan kepada Aburizal Bakrie selama enam tahun. Dengan amanat Munas 2009 itu, seharusnya Munas baru digelar pada Oktober 2015.


Di internal Golkar, masa jabatan ini menjadi persoalan. Di satu sisi, memang baru kali ini masa jabatan pengurus DPP enam tahun. Namun di sisi lain, bagaimanapun, ini adalah keputusan Munas Golkar juga. Debat konstitusi partai akan mengawali dinamika di internal Golkar.

Hal yang memicu panasnya tubuh Golkar adalah beberapa sosok yang begitu berambisi segera naik ke kursi ketua umum. Mereka tak sabar menunggu hingga tahun 2015 padahal posisi penting di pemerintahan juga diseleksi di tahun ini.

Pemicu lain, ini terkait dengan KPU nanti. Bila Prabowo-Hatta kalah, maka kursi ARB juga menjadi benar-benar goyang. Sementara bila Prabowo-Hatta menang, justru posisi ARB akan semakin kuat. Ini tabiat Golkar yang sudah diketahui publik secara umum; selalu merapat dan mendukung pemenang.

Tentu di luar penantian KPU itu, sebagian elit Golkar malah kasuk-kausuk di internal dengan manuver yang tidak lagi sembunyi-sembunyi. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya