Berita

Politik

CATATAN JURNALIS

Inilah Tujuh Manuver Blunder yang Jauhkan Jokowi dari Umat Islam

RABU, 09 JULI 2014 | 00:49 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Joko Widodo adalah muslim yang baik. Jurubicara tim pemenangan duet Joko Widodo-Jusuf Kalla, Prof. Anies Baswedan, pernah menyampaikan kesaksian dan pengakuan akan kadar keislaman dan ketaatan Jokowi.

Sayangnya, kesaksian dan pengakuan Anies Baswedan itu justru dimentahkan dan dibuat tidak berarti oleh manuver Jokowi yang terlihat begitu bersemangat menampilkan dirinya sebagai muslim yang baik.

Manuver-manuver Jokowi itulah yang belakangan dianggap oleh sementara pihak sebagai penyebab utama dari berkurangan dukungan Jokowi sehingga jarak antara dirinya dengan Prabowo semakin pendek.


Setidaknya ada tujuh manuver Jokowi yang membuat kalangan umat Islam justru jadi ragu akan ketaatan Jokowi.

Pertama, adalah ketika ia mengucapkan salam yang cukup panjang pada saat pengambilan nomor urut pasangan dan deklarasi pemilu damai. Sebelumnya, Jokowi tidak pernah mengucapkan salam sepanjang itu.

Salam sepanjang itu tidak pernah lagi diucapkan oleh Jokowi setelah kedua kegiatan tersebut.

Pernyataan Jokowi yang menjanjikan tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri juga dianggap blunder karena membuat kalangan santri dan umat Islam umumnya mencium sesuatu yang tidak biasa di balik janji itu. Artinya, Jokowi dinilai sekadar ingin menarik perhartian uamt Islam.

Begitu juga dengan pernyataan Jokowi dalam debat capres yang mengatakan akan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Pernyataan itu keluar begitu saja, tampak seperti tanpa rencana.

Ada juga kelompok masyarakat yang menilai Jokowi sedang berupaya menarik simpati umat Islam di Indonesia yang selama ini menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai salah satu isu politik.

Keputusan istri Jokowi, Ny. Iriana mengenakan jilbab pun dinilai ikut berperan membuat kalangan umat Islam meragukan itikad Jokowi dan keluarga. Mengenakan jilbab atau hijab, atau setidaknya penutup aurat rambut, tentulah sebuah keputusan penting yang didasarkan pada perintah agama.

Tetapi, karena dilakukan di tengah-tengah kampanye yang sedang melaju kencang, tidak dapat dihindarkan bila ada sementara masyarakat yang menganggap tindakan itu pencitraan belaka.

Begitu juga dengan doa “sapu jagat” yang dibaca Jokowi dalam pidato penutup debat pilpres terakhir. Doa itu dianggap tidak mengalir dari ketulusan hati. Ada juga yang menyoroti dari sisi pengucapan yang kurang pas dan terdengar janggal.

Terakhir, yang membuat Jokowi tampanya semakin dijauhi kalangan umat Islam adalah perjalanannya ke Tanah Suci di masa injury time.

Siapapun tahu bahwa ibadah adalah urusan paling personal antara seorang manusia dan Tuhan yang diyakininya. Sebagai orang Islam, Jokowi tentu punya hak untuk melakukan ibadah umrah.

Tetapi tidak dapat dihindarkan apabila ada sementara masyarakat yang menilai bahwa perjalanan singkat ke Makkah al Mukarramah itu terlalu dipaksakan dan bertendensi pencitraan demi merebut perhatian semata.

Apalagi, Jokowi dan tim sukses yang ikut dalam perjalanan itu memberikan kesan yang menggebu-gebu mengenai ibadah Jokowi.

Kontroversi perjalanan suci ini semakin bertambah setelah beredar foto yang memperlihatkan Jokowi keliru mengenakan ihrom.

Salah satu catatan penting mengenai hal-hal yang disampaikan di atas berkaitan dengan kecanggihan dan kemampuan tim sukses mengelola kampanye hingga ke hal-hal yang sifatnya paling detail dan paling pribadi sekalipun.

Ini adalah inti dari pekerjaan tim sukses. Dalam setiap kompetisi politik, tim sukses adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap penampilan dan image sang kandidat. Semestinya, tim sukses dapat mengarahkan Jokowi agar tidak terlalu over dan berlebihan dalam memperlihatkan keislamannya.

Sesungguhnya, kesaksian Anies Baswedan mengenai keislaman Jokowi sudah cukup untuk mematahkan semua dugaan dan tuduhan yang dialamatkan kepada Jokowi. Anies Baswedan dikenal sebagai cendekia muda dari kalangan umat Islam yang tidak diragukan komitmennya pada nilai-nilai keislaman.

Sayangnya, mungkin sekali ada bagian lain dari tim sukes yang mendampingi Jokowi, yang tidak memahami hal itu. Sehingga upaya mendekatkan diri pada kalangan Islam berakhir sebaliknya.

Wallahualam. [***]

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya