Berita

Boy Rafli Amar

Wawancara

WAWANCARA

Boy Rafli Amar: Jangan Ada Anarkis Yang Bikin Bentrok Antar Simpatisan Capres

SELASA, 08 JULI 2014 | 09:53 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Polri sudah bekerja keras, sehingga Kapolri Jenderal Sutarman berani menjamin Pilpres 9 Juli bakal berlangsung aman dan tertib.

‘’Kapolri menyatakan hal tersebut berdasarkan kerja keras yang dilakukan oleh jajaran kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI),’’ kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Boy Rafli Amar, kepada Rakyat Merdeka, Minggu (6/7).   

Seperti diketahui, Kapolri Sutarman meminta masyarakat tidak khawatir saat pelaksanaan dan sesudah Pilpres 2014.


“Saya menjamin dengan Panglima TNI pelaksanaan Pilpres 2014 dan pasca akan aman. Jangan ketakutan,” kata Sutarman, di Jakarta, Jumat (4/7).

“Saya jamin bahwa Polri berdiri netral sesuai ketentuan dan perundangan yang berlaku,” tambah Sutarman.

Boy Rafli Amar selanjutnya mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk menjaga pengamanan pilpres agar berjalan dengan baik, aman, dan lancar.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa Polri akan melonggarkan pengamanan karena ada jaminan Kapolri itu?
Tidak. Kami akan terus melakukan pengamanan yang semaksimal mungkin sampai proses pergantian pemimpin selesai.

Kami tidak akan lengah dan berusaha semaksimal mungkin mencegah terjadinya gangguan keamanan yang bisa mengganggu jalannya pemilu.

Sampai saat ini, semuanya masih bisa ditangani oleh kepolisian dan pihak-pihak terkait.

Bagaimana cara meminalisir terjadinya gangguan keamanan?

Dengan menyiagakan aparat gabungan yang disebar untuk mengawal wilayah hingga tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia. Total keseluruhan aparat gabungan mencapai 1.226.000 personel yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan juga Linmas. Harapannya semoga ini berjalan dengan aman, kondusif, dan lancar.

Pengamanan distribusi perlengkapan pilpres, bagaimana?
Sejauh ini pengamanan distribusi logistik berjalan dengan baik. Kami sudah melakukan kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penanggung jawab logistik. Hingga saat ini masih terus berjalan. Targetnya semua distribusi akan sampai di tujuan sebelum hari pencoblosan.

Apa kepolisian menemukan masalah dalam pengiriman logistik pemilu?

Sejauh ini belum ada masalah. Hanya saja memang menjadi kendala jika wilayah yang dilalui perlu memakan waktu ber hari-hari dan melalui beberapa rangkaian perjalanan transportasi. Tapi kami sudah koordinasikan dengan aparat setempat untuk melakukan pengawalan sebaik mungkin. Agar tidak terjadi kerusakan logistik pemilu dan tindakan kecurangan.

Jika ada kecurangan, apa tindakannya?
Semoga saja tidak ada tindakan tersebut. Memang semua potensi kecurangan bisa saja muncul. Jika itu terjadi, kami akan laporkan kepada pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.

Apa himbauan terhadap masyarakat?
Kami tidak ada hentinya mengingatkan kepada masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan jalannya pemilu. Kesadaran kepada semua pihak agar proses demokrasi tidak ada tindakan-tindakan anarki yang mencoreng nilai demokrasi itu sendiri. 

Kami berharap jangan ada tindakan-tindakan anarkis yang berpotensi menimbulkan bentrok antar simpatisan. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya