Berita

megawati/net

Ini Delapan Imbauan Megawati kepada Seluruh Rakyat Indonesia Jelang Pilpres

SELASA, 08 JULI 2014 | 23:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, jelang beberapa jam pelaksaan pemilihan presiden, mengaluarkan delapan butir imbauan.

Imbauan pertama, Megawati meminta semua pihak untuk tidak merendahkan martabat rakyat dengan melakukan intimidasi, politik uang atau berbagai tindakan lain yang mengerdilkan makna demokrasi. Bagaimanapun hakikat demokrasi adalah menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Kedua, Megawati meminta agar seluruh rakyat, kader partai, dan simpatisan Jokowi-JK agar memperjuangkan pemilu presiden dan wakil presiden berjalan secara lebih demokratis, aman, damai dan bermartabat. Ketiga, terkhusus kepada seluruh anggota, simpatisan, dan kader partai pendukung Jokowi-JK, Megawati mengimbau agar terus menerus meningkatkan kerjasama dengan relawan.


"Satukan barisan untuk perubahan dengan berpegang pada kekuatan rakyat," tegas Megawati dalam keterangan tertulis kepada redaksi beberapa saat lalu (Selasa, 8/7).

Keempat, Megawati meminta agar seluruh rakyat Indonesia datang ke TPS pada 9 Juli 2014. Megawati meminta agar rakyat mengajak keluarga dan tetangga yang punya hak pilih agar menggunakan hak dan kewajibannya dengan merdeka, penuh tanggung jawab, dan bebas dari rasa takut.

Kelima, Presiden RI Kelima itu meminta agar suara rakyat di setiap TPS benar-benar dijamin serta diamankan. Menurutnya, hak konstitusional untuk memilih tidak bisa dihilangkan dengan cara apapun karena itulah perintah Konstitusi.

Keenam, masyarakat tak perlu takut melaporkan setiap kecurangan, penyalahgunaan formulir C6, penyalahgunaan KTP, penghilangan hak suara rakyat untuk memilih, penyalahgunaan surat suara, intimidasi dan politik uang, serta berbagai bentuk kecurangan lainnya.

Ketujuh, Megawati menghimbau agar netralitas TNI dan POLRI dijaga dan dihormati. Terakhir, putri Proklamator RI Soekarno itu menyerukan agar seluruh rakyat Indonesia mewujudkan pemilu damai dan bermartabat. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya