Berita

foto:net

Politik

Awas, Kecurangan Pilpres Bisa Berskala Grosiran

SELASA, 08 JULI 2014 | 10:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pola praktek kecurangan pemilu oleh penyelenggara dan aparatur negara dalam Pilpres 2014 bisa mengulang pola yang sudah dilakukan pada 2004 dan 2009.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga peneliti politik uang di Asia Tenggara, Amalinda Savirani, beberapa saat lalu (Selasa, 8/9).

"Manipulasi oleh penyelenggara bersifat masif, karenanya dapat dilabeli vote trading, bukan lagi vote buying. Yang pertama ini berskala besar atau grosiran, sementara yang kedua berskala retail atau ketengan," ungkap Amalinda Savirani.


Menurut pengamatan Amalinda selama ini, pola praktek politik uang dalam pilpres berbeda dengan pileg. Sementara dari delapan tahapan pilpres, kecurangan paling rentan terjadi pada tahapan penghitungan dan rekap suara.

Berdasarakan temuan lapangan dalam riset yang dilakukan Jurusan Politik Pemerintahan UGM, ungkap Amalinda, maka untuk mengatasi kecurangan ini diperlukan peran saksi, relawan dan masyarakat sipil. Saksi perlu mengawal, bukan hanya saat proses pencoblosan, melainkan sampai penghitungan di TPS serta rekap di tingkat desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi hingga KPU.

"Kehadiran elemen masyarakat sipil juga jadi sangat krusial. Dengan hanya hadir atau nongkrong di luar lokasi penghitungan, akan menciptakan fungsi deterrence yang menahan kecurangan," tegasnya. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya