Berita

Dradjad Wibowo/net

Politik

Dradjad H Wibowo: Pelaku Pasar Modal Jangan Bermain Api Politik!

SELASA, 08 JULI 2014 | 08:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pelaku pasar modal, apalagi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dianjurkan tetap netral pada pilpres 2014 yang digelar besok (Rabu, 9/7).

"Jangan bermain-main api politik," ujar ekonom senior Dradjad Wibowo kepada redaksi sesaat lalu, Selasa (8/7).

Ada pernyataan dari analis Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa di salah satu media online bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menembus 5300 jika Jokowi menang. Menurut Dradjad, pernyataan seperti ini sangat spekulatif karena tidak ada basis ilmiah dan empiriknya. Selain itu, terkesan sebagai propaganda tendensius karena mendukung salah satu capres.


"Lebih disayangkan lagi karena dikeluarkan oleh pegawai BUMN yang setahu saya menjadi 'penasihat' Menko Perekonomian, setidaknya jaman Hatta Rajasa. Danareksa seharusnya menegur karyawannya yang bermain politik seperti ini," ungkap Wakil Ketua Umum PAN ini.

Lonjakan harga saham yang dulu diklaim terkait dengan deklarasi pencapresan seseorang ternyata terbukti tidak sustainable, hanya sebentar. Menurut Dradjad, ini menguatkan dugaan bahwa lonjakan tersebut adalah hasil gorengan, tidak didukung oleh fundamental.

"Skekedar info, saya diberitahu teman-teman di Bloomberg bahwa setelah Visi Misi Program Prabowo-Hatta di-upload KPU, terjadi lonjakan dana masuk. Tapi timses Prabowo-Hatta tidak mengklaim ini secara politik, karena tidak mau berpropaganda, tanpa tanggung jawab sosial kepada investor," terang Jubir Tim Pemenangan Prabowo-Hatta ini.

Jelas Dradjad, sebenarnya pihaknya bisa saja mengklaim bahwa pasar naik setelah berbagai survei memenangkan Prabowo-Hatta, dan program Prabowo-Hatta berpotensi mendorong pasar naik pesat. Karena, ada potensi booming infrastruktur, bonanza properti, pendalaman pasar keuangan dan bahkan kawasan ekonomi khusus keuangan.

"Namun timses Prabowo-Hatta memilih tidak membodohi pelaku pasar dengan klaim tanpa dasar, terutama terhadap ibu-ibu rumah tangga yang berinvestasi. Mari menjadi analis pasar yang bertanggung jawab sosial. Karena jika ibu-ibu tersebut rugi akibat mengikuti klaim spekulatif kita, kita akan menanggung dosanya," demikian Dradjad Wibowo. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya