Berita

Ratna Sarumpaet /net

Politik

MKRI Dukung Pilpres Tanpa Chaos dan Rasa Takut

SELASA, 08 JULI 2014 | 06:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Masa tenang pilpres 2014 masih saja dinodai oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Masa tenang 6-8 Juni diusik oleh 'selebaran pesan' yang beredar di media sosial, BBM dan SMS.

Presidium Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Ratna Sarumpaet mengatakan, sistem demokrasi liberal pemilu 2014 adalah buah dari Amandemen UUD 1945 yang telah mengabaikan perspektif Pancasila dalam UU Pemilu sebagai proses reformasi politik. Menurutnya, itu yang membuat 'menang' dan 'berkuasa' menjadi tampak sebagai satu-satunya tujuan pilpres.

"Seterusnya membuat para timses dalam kampanye rela melakukan apa pun untuk tampak sebagai yang paling hebat, paling kuat, paling suci dan paling pantas; membuat Indonesia seolah terbelah," kata Ratna kepada redaksi, sesaat lalu (Selasa, 8/7).


Sebuah selebaran negatif di BBM dan SMS yang diduga disebar salah satu kubu capres beredar sejak Senin dinihari (7/7). Selebaran itu mengajak pendukungnya "Menolak Kalah dan Mengajak Perang".

Mengingat isu ini sangat krusial dan mendesak, MKRI akan menggelar juma pers 14.00 WIB sampai selesai (Selasa, 8/7), di Markas MKRI, Jalan Kampung Melayu Kecil V/24, Bukitduri Tanjakan RT04/RW09, Jakarta Selatan 1284 (Belakang Univ Attahiriyah).

Jelas Ratna, jumpa pers ini digelar dengan tujuan untuk mengingatkan semua pihak, seperti; Pemerintah, KPU, Bawaslu dan Dua Kubu Capres, bahwa pilpres adalah hajatan rakyat dan demi kedaulatan rakyat, bukan milik para elit politik dan tim sukses.

"Dan memastikan bahwa pilpres dan pasca pilpres yang akan berlangsung besok (Rabu, 9/7) akan terlaksana tanpa chaos dan tanpa rasa takut," demikian Ratna Sarumpaet. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya