Berita

uchok sky khadafi/net

Politik

Uchok Sky: Waspada Serangan Fajar!

Bawaslu Jangan Hanya Tunggu Laporan
SELASA, 08 JULI 2014 | 06:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Memasuki H-1 pencoblosan pilpres 2014, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta untuk mengantipasi adanya serangan fajar oleh tim sukses masing-masing kandidat capres dan cawapres.

Pengamat anggaran negara, Uchok Sky khadafi, mengatakan, potensi serangan fajar ini sangat besar karena dua hal. Pertama, dana kampanye pilpres yang dilaporkan dari masing-masing pasangan capres kepada KPU, nilai sangat minim sekali.

Capres Prabowo Subianto hanya sebesar Rp 10 miliar, dan capres Joko Widodo hanya sebesar Rp 44.9 miliar.


"Minimnya nilai laporan dana kampanye ini, menandakan bahwa ada amunisi yang berbentuk duit disimpan untuk serangan fajar, atau serangan sembako sebelum melakukan serangan fajar," kata Uchok dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, sesaat lalu (Selasa, 8/7).

Kedua, serangan sembako sudah dilakukan saat memasuki H-7. Serangan sembako ini, ungkap Uchok, modelnya berbeda-beda. Ada tim sukses capres tertentu memberikan atau menjual sembako dengan harga murah atau memberikan harga diskon sampai 90 persen kepada rakyat, agar dapat mempengaruhi rakyat untuk pemilih capres tertentu. Dan, ada juga tim sukses secara terang-terangan memberikan sembako kepada rakyar agar rakyat memilih capres tertentu.

"Kasus-kasus pemberian sembako di atas, atau money politik masih akan terus terjadi. Karena ada kesan, ada pembiaran, dan hanya menunggu laporan dari publik," terang Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia Transparansi Anggaran (FITRA) ini.

Kalau hal ini terjadi, lanjut Uchok, sangat mengecewakan publik karena alokasi anggaran untuk pengawasan pemilu atau pelanggaran pemilu di Bawaslu Provinsi dan lembaga pengawas pemilu ad-hoc cukup lumayan besar, sekitar Rp 2,7 triliun.

"Apalagi uang kehormatan bagi Anggota Bawaslu cukup besar sekali. Untuk Ketua Bawaslu saja sebesar Rp 14.375.000 perbulan, dan untuk Anggota Bawaslu sebesar Rp 12.500.000 perbulan. Kok kerjanya hanya menunggu laporan dari publik?" demikian Uchok Sky khadafi. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya