Berita

saleh p. daulay/net

The Jakarta Post Harus Jelaskan Alasan Muat Karikatur Hina Islam

SENIN, 07 JULI 2014 | 23:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tindakan The Jakarta Post memuat karikatur yang diduga menghina Islam dinilai sebagai tindakan tidak professional dan bisa menyulut keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, setidaknya ada dua alasan pemuatan karikatur pada edisi 3 Juli 2014 oleh koran berbahasa Inggris itu sebagai tindakan tidak professional dan bisa menyulut keresahan di tengah-tengah masyarakat.

"Pertama, pemuatan karikatur itu dilakukan pada saat umat Islam sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan," kata Saleh kepada redaksi (Senin, 7/7).


"Kedua, pemuatan karikatur dilakukan menjelang pilpres dimana suhu politik sedang memanas," sambung dia.
 
Karena itu menurut Saleh, pihak The Jakarta Post harus menjelaskan  kepada publik alasan pembuatan dan pemuatan karikatur tersebut. Kalau tidak dijelaskan, menurut Saleh, masyarakat bisa saja memaknainya secara beragam.

"Sejauh ini, kebanyakan mengatakan bahwa The Jakarta Post seolah-olah mengidap phobia terhadap Islam. Islam dianggap sebagai pembawa masalah," demikian Saleh.

Karikatur 'bermasalah' The Jakarta Post dimuat di rubriik Opini halaman 7 edisi Kamis, 3 Juli 2014. Dalam karikatur termuat gambar bendera berlafaz 'laa ilaha illallah' dengan logo tengkorak yang terpasang di bendera tengkorak khas bajak laut. Kemudian, tepat di tengah tengkorak, tertera tulisan 'Allah, Rasul, Muhammad'.

Selain itu, karikatur juga menampilkan lima orang dalam posisi berlutut dengan mata tertutup kain dalam posisi berlutut di tanah dan tangannya terikat di belakang dalam posisi ditodong senjata. Di belakang ke lima orang itu berdiri seorang pria berjenggot serta bersorban sambil mengacungkan senjata laras panjang ke arah mereka, seolah-olah siap melakukan eksekusi.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya