Berita

presiden sby/net

Pilpres Jadi Pertaruhan Reputasi SBY di Mata Internasional

SENIN, 07 JULI 2014 | 12:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hampir bisa dipastikan dunia internasional memperhatikan proses demokrasi dan transisi kepemimpinan di Indonesia. Hal ini menyusul "kegagagalan proses demokrasi" di Mesir, Suriah dan Thailand.

Dunia internasional pun akan melihat, apakah SBY sebagai Presiden mampu memastikan instruksinya agar TNI, Polri, dan aparatur negara lainnya bersikap netral, dan tidak menggunakan kekuasannya untuk memihak capres tertentu. Dan Penyimpangan sedikit saja dari tidak netralnya TNI, Polri akan mencoreng wajah SBY sendiri.

Demikian disampaikan Wasekjen PDI Perjuangan yang juga Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Senin, 7/7). Karena itu, saran Hasto, demi reputasi yang sudah dibangunnya di dunia internasional, SBY harus memastikan kembali akan netralitas tersebut benar-benar terjaga.


"Hal ini penting agar apa yang terjadi di Hongkong, di Jawa Timur, dan pergerakan oknum Babinsa, serta oknum Kopassus, tidak terjadi lagi," harapnya, sambil mengimbau, daripada citranya rusak di dunia internasional, SBY sebaiknya kembali bertindak.

"Atas kejadian proses pemungutan suara di Hongkong kemarin, maka pengamat internasional sekarang pun bergerak, agar Indonesia betul-betul bisa menjadi teladan dala m demokrasi yang jurdil. Dan inilah pertaruhan SBY," demikian Hasto. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya