Berita

tjahjo kumolo/net

Sekjen PDIP Ajak Warga Awasi TPS dengan Seksama

SENIN, 07 JULI 2014 | 11:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang harus benar-benar dijamin langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Karena itu, pengalaman buruk dalam pemilihan legislatif tidak boleh lagi terjadi dalam pilpres.

"Saya mengajak semua pihak. Mari kita awasi TPS dengan saksama. Masyarakat, relawan serta aparat keamanan ikut awasi TPS. Kita wujudkan kedaulatan rakyat di dalam menentukan pemimpinnya," seru Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, beberapa saat lalu (Senin, 7/7), sambil mengatakan resikonya akan sangat besar bila penyelenggara pemilu tidak netral.

Tjahjo mengeluarkan seruan itu sebab merasa di H-2 menjelang pemilu ini terasa kuat kehidupan demokrasi yang tidak sehat. Ia bahkan menerima secara langsung berbagai laporan dari masyarakjat seperti terkait dengan maraknya aksi bagi-bagi sembako, dan bentuk politik uang. Untuk itu, dia mengimbau aparat keamanan yang netral milik Rakyat Indonesia harus bersatu dan benar-benar bertindak netral.


Tjahjo juga berharap tidak ada pihak yang membenturkan TNI dan Polri sebagaimana terjadi di awal reformasi. Di saat yang sama, Polri sudah saatnya berani bertindak tegas menangkap seluruh pihak yang melakukan politik uang, intimidasi, dan jual beli suara lewat formulir C-6.

"Kesadaran rakyat yang berbondong-bondong ke TPS sebagaimana terjadi di luar negeri harus menjadi energi bagi aparat dan Pemerintah untuk benar-benar tegas menegakkan hukum demokrasi," kata Tjahjo, yang juga anggota Komisi I DPR.

Ketua Tim Pemenangan pasangan Jokowi-JK ini menambahkan rakyat sudah bersedia menjadi saksi dan berpartisipasi dalam proses pemilu ini seperti tergambar dalam Maklumat Rakyat Jokowi yang terjadi di Stadion Gelora Bung Karno, akhir pekan lalu. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya