Berita

ilustrasi/rmol

Mengapa Obor Rakyat Disebarkan Gratis di Pesantren

SENIN, 07 JULI 2014 | 05:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah satu pertanyaan yang kerap diajukan kepada pengelola tabloid Obor Rakyat adalah, mengapa tabloid 16 halaman itu hanya disebarkan di pesantren.

Pertanyaan lain yang juga sering ditanyakan adalah, mengapa dibagikan secara gratis? Apakah karena merupakan bagian dari operasi politik?

Kedua pertanyaan ini dijawab oleh Darmawan Sepriyossa, salah seorang pendiri Obor Rakyat dalam buka puasa bersama jurnalis Indonesia di aula serbaguna Masjid Albina, Senayan, Minggu (6/7).


Ia memberikan penjelasan mendampingi Pimred Obor Rakyat Setiyardi Budiono.

“Obor Rakyat adalah media yang captive market. Target audience kami memang terbatas, yakni kalangan Muslim. Sehingga kami sebarkan ke pesantren. Tidak mungkin kami sebarkan ke gereja atau kuil,” ujar Darmawan yang mengenakan pakaian hitam-hitam.

Tabloid itu didistribusikan secara gratis karena masih dalam rangka mengumpulkan masukan pembaca.

“Tiga edisi pertama memang kami maksudkan untuk tes pasar, kami mengumpulkan masukan dari pembaca,” sambungnya.

Sebelum Darmawan, Setiyardi lebih dulu bicara.

Dia kembali mengatakan bahwa Obor Rakyat tadinya juga dimaksudkan menjadi semacam clearing house atas banyak informasi yang beredar di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan Joko Widodo.

Setiyardi juga mengatakan, dalam waktu dekat, setelah akta pendirian perusahaan selesai dibuat, pihaknya akan meluncurkan secara resmi tabloid ini.

Hari Kamis pekan lalu (3/7) Mabes Polri telah menetapkan Setiyardi dan Darmawan sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan Pasal 9 ayat 2 (2) UU 40/1999 tentang pers. Obor Rakyat dianggap bersalah karena tidak memiliki badan hukum. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya