Berita

JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA/NET

Politik

DEBAT CAPRES-CAWAPRES

Visi Pertanian Jokowi-JK Bisa Perbaiki Nasib Petani

MINGGU, 06 JULI 2014 | 10:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Visi misi pertanian Jokowi-JK lebih bisa diharapkan dalam mengangkat keterpurukan petani selama 10 tahun terakhir ini.

Demikian disampaikan Gurubesar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa.

Menurut Dwi Andreas, apa yang dicanangkan Jokowi-JK lebih tepat sasaran dalam rangka menaikkan nasib petani dan meningkatkan dunia pertanian. Hal tersebut, analasinya, dicanangkan melalui program reforma agraria melalui pembagian 1 juta hektar lahan untuk petani kecil, program pengalihan subsidi pupuk dan benih yang sementara ini menguntungkan pengusaha menjadi subsidi langsung ke petani. Juga pemberian subsidi output dan perlindungan harga sehingga petani tidak merugi ketika panen.


Dia menjelaskan, pengaruh perubahan iklim juga sudah diantisipasi oleh Jokowi-JK melalui perbaikan jaringan irigasi dan pembangunan embung, dan dan waduk. Ketimpangan penguasaan lahan juga akan diatasi melalui program "transmigasi hebat",  program pengembangan lahan perkebunan dan pangan skala besar dengan kepemilikan petani 80 persen dan pengusaha 20 persen di lahan seluas 8 juta hektar,

"Program tersebut bisa menciptakan lapangan usaha untuk petani kecil minimum 4,5 juta,” ujar Dwi Andreas, beberapa saat lalu ( Minggu, 6/7).

Bahkan, Ketua Umum Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI) ini mengatakan ide pendirian Bank dan Asuransi  Agro-Maritim yang digagas oleh Jokowi-JK akan bisa membebaskan petani jeratan rentenir dan spekulan pangan.

"Secara umum melalui program-program yang konkrit tersebut kesejahteraan petani dalam lima tahun mendatang bisa meningkat tajam dan kedaulatan pangan bagi Indonesia bisa benar-benar  terwujud," demikian Dwi Andreas.[wid] 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya