Berita

Politik

PILPRES 2014

Timses Jokowi Imbau Dubes Malaysia Waspadai Kecurangan Pilpres

SABTU, 05 JULI 2014 | 23:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla Posko Jenggala Iskandar Mandji mengimbau perwakilan negara lain khususnya Malaysia mewaspadai dan mengantipasi potensi kecurangan Pilpres 9 Juli.

"Peringatan ini kami tekankan agar pilpres benar-benar berlangsung jujur, adil dan transparan, sehingga tujuan berdemokrasi dapat tercapai," katanya di Posko Jenggala, Jakarta, Sabtu (5/7).

Menurut Iskandar, Malaysia harus menjadi perhatian karena jumlah pemilih cukup signifikan yakni sekitar 800.000 pemilih. Jumlah itu di Indonesia, bisa setara dengan dua kabupaten. Selama ini, angka partisipasi pemilu 2009 dan Pemilu Legislatif 2014 lalu hanya sekitar 22 persen.


"Kami mendengar bahwa sudah ada indikasi praktik curang. Misalnya surat suara untuk drop box ke kilang perusahaan sawit diduga tidak dikirim sesuai alamat sasaran. Tetapi dibelokkan ke lokasi untuk dicoblos secara massal lalu dikembalikan seolah-olah sudah dicoblos oleh pemilih," bebernya.

Kecuali itu, lanjut Iskandar, relawan Jokowi-JK juga melaporkan adanya oknum yang menawarkan jual beli suara senilai 14-18 ringgit atau ekuivalen Rp 50.000 sampai Rp 75.000 per suara.

Di luar negeri pemungutan suara dilakukan lebih cepat dari Tanah Air. Caranya pun ada tiga, yaitu datang langsung ke tempat pemungutan suara (TPS), surat suara dikirim melalui pos kepada, dan melalui titik-titik distribusi ke kantong-kantong pemilih atau drop box.

Pemilu di Malaysia sudah dilakukan Sabtu di Kuala Lumpur dan Johor Bahru. Di Kuala Lumpur dan sekitarnya, jumlah surat suara sekitar 200.000, sedangkan di Johor Bahru dan sekitarnya mencapai sekitar 320.000.Pada hari Minggu akan berlangsung di Tawau, Kota Kinabalu, Kucing.

Jumlah suara mencapai sekitar 300 ribuan.Perhitungan suara TPS di KBRI dan KJRI akan dilakukan pada 9 Juli, sedangkan perhitungan suara untuk drop box dan undi pos dilakukan pada 10 sampai 14 Juli. [why]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya