Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla Posko Jenggala Iskandar Mandji mengimbau perwakilan negara lain khususnya Malaysia mewaspadai dan mengantipasi potensi kecurangan Pilpres 9 Juli.
"Peringatan ini kami tekankan agar pilpres benar-benar berlangsung jujur, adil dan transparan, sehingga tujuan berdemokrasi dapat tercapai," katanya di Posko Jenggala, Jakarta, Sabtu (5/7).
Menurut Iskandar, Malaysia harus menjadi perhatian karena jumlah pemilih cukup signifikan yakni sekitar 800.000 pemilih. Jumlah itu di Indonesia, bisa setara dengan dua kabupaten. Selama ini, angka partisipasi pemilu 2009 dan Pemilu Legislatif 2014 lalu hanya sekitar 22 persen.
"Kami mendengar bahwa sudah ada indikasi praktik curang. Misalnya surat suara untuk drop box ke kilang perusahaan sawit diduga tidak dikirim sesuai alamat sasaran. Tetapi dibelokkan ke lokasi untuk dicoblos secara massal lalu dikembalikan seolah-olah sudah dicoblos oleh pemilih," bebernya.
Kecuali itu, lanjut Iskandar, relawan Jokowi-JK juga melaporkan adanya oknum yang menawarkan jual beli suara senilai 14-18 ringgit atau ekuivalen Rp 50.000 sampai Rp 75.000 per suara.
Di luar negeri pemungutan suara dilakukan lebih cepat dari Tanah Air. Caranya pun ada tiga, yaitu datang langsung ke tempat pemungutan suara (TPS), surat suara dikirim melalui pos kepada, dan melalui titik-titik distribusi ke kantong-kantong pemilih atau drop box.
Pemilu di Malaysia sudah dilakukan Sabtu di Kuala Lumpur dan Johor Bahru. Di Kuala Lumpur dan sekitarnya, jumlah surat suara sekitar 200.000, sedangkan di Johor Bahru dan sekitarnya mencapai sekitar 320.000.Pada hari Minggu akan berlangsung di Tawau, Kota Kinabalu, Kucing.
Jumlah suara mencapai sekitar 300 ribuan.Perhitungan suara TPS di KBRI dan KJRI akan dilakukan pada 9 Juli, sedangkan perhitungan suara untuk drop box dan undi pos dilakukan pada 10 sampai 14 Juli.
[why]